'Tanah Runtuh' Hadirkan Cerita tentang Cinta dan Kepedulian di tengah Masa Sulit

  • 12 Jun 2026 00:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film Tanah Runtuh mengangkat tema keluarga, kasih sayang, dan kepedulian di tengah situasi kehidupan yang penuh tekanan, kecemasan, dan ketidakpastian.
  • Cerita mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka setelah sebuah peristiwa besar yang mengubah kehidupan keluarga mereka.
  • Film ini mengajak penonton melihat bahwa ketika segala sesuatu terasa runtuh, cinta dan keluarga menjadi kekuatan yang membantu manusia bertahan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah situasi sosial yang kerap diwarnai ketidakpastian, tekanan ekonomi, dan meningkatnya kecemasan dalam kehidupan sehari-hari, film Tanah Runtuh hadir menawarkan perspektif berbeda. Film yang disutradarai Rudi Soedjarwo dan diproduseri Denny Siregar itu mengangkat kisah tentang keluarga, kasih sayang, dan ketulusan melalui perjalanan dua anak yang terpisah dari ibunya.

Film ini mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang harus menghadapi situasi sulit setelah sebuah peristiwa besar mengubah kehidupan mereka. Dalam upaya mencari sang ibu, keduanya bertemu berbagai karakter yang turut membentuk perjalanan emosional mereka.

Salah satu aspek yang menonjol dalam film ini adalah kehadiran Ringgo, karakter anak dengan Down Syndrome yang diperankan Ridho Khaliq. Kehadiran tokoh tersebut tidak ditempatkan sebagai simbol inspirasi ataupun objek belas kasihan, melainkan sebagai individu yang memiliki ketakutan, harapan, dan kasih sayang sebagaimana manusia pada umumnya.

Bagi Rudi Soedjarwo, daya tarik utama film ini bukan terletak pada peristiwa besar yang menjadi latar cerita, melainkan pada relasi antarmanusia yang terbentuk di tengah situasi krisis.

"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar, tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli," ujar Rudi dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.

Produser Denny Siregar menilai film tersebut berupaya mengingatkan penonton pada nilai-nilai dasar yang kerap terlupakan di tengah kehidupan modern yang semakin kompleks. Menurutnya, karakter Ringgo menjadi medium untuk melihat dunia dengan cara yang lebih sederhana dan penuh empati.

"Manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," kata Denny.

Pandangan serupa disampaikan aktor Vino G. Bastian yang memerankan Idham, sosok yang bertemu Kai dan Ringgo dalam perjalanan mereka. Ia menilai hubungan yang terjalin di antara para tokoh menjadi inti emosional film tersebut.

"Yang paling menyentuh bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan," ujar Vino.

Melalui kisah Kai dan Ringgo, film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa bahkan ketika dunia terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tidak mudah hancur. Yakni, kemampuan untuk mencintai dan peduli terhadap sesama.

Film Tanah Runtuh juga berupaya menghadirkan representasi yang lebih beragam di layar lebar Indonesia. Yakni, dengan memberikan ruang yang setara bagi karakter penyandang Down Syndrome sebagai bagian penting dari cerita.

Selain Ridho Khaliq dan Vino G. Bastian, film ini turut dibintangi Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, dan Tike Priatnakusumah. Film Tanah Runtuh dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....