Gelar Konser 'Love and Let Go', Raisa Kenang Ibunda Tercinta
- 08 Jun 2026 03:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Raisa gelar konser solo Love and Let Go hari tanpa sang ibu
- Raisa curahkan rasa rindu dan sesal mendalam di panggung JICC
- Duka kehilangan sang ibunda dituangkan dalam lagu baru milik Raisa
RRI.CO.ID, Jakarta - Musisi Raisa menggelar konser solo hari kedua bertajuk 'Love and Let Go' di JICC pada Minggu, 7 Juni 2026. Konser spektakuler ini terasa sangat berbeda karena menjadi panggung pertama Raisa tampil tanpa kehadiran sang Ibunda tercinta.
Suasana JCC pun seketika berubah haru ketika sang penyanyi mencurahkan kerinduan mendalam dari atas panggung yang megah. "Ketidakhadiran Ibu malam hari ini tuh bener-bener terasa nyaring banget buat aku," ucap Raisa dengan lirih.
Kehilangan sosok tercinta membuat Raisa menyadari betapa berartinya dukungan dan doa dari orang tua setiap tampil. "Her absence feels so loud for me, kerasa banget manggung tanpa doanya Ibu tuh," kata Raisa.
Meskipun merasa sangat sedih, ia tetap bersyukur atas kehadiran sang ayah yang terus setia memberikan dukungan. Doa tulus dari ayahnya menjadi kekuatan utama yang membuat Raisa mampu menyelesaikan pertunjukan musik malam itu.
Kepergian sang ibunda tercinta ternyata menyisakan perasaan bersalah yang cukup mendalam di dalam hati solois cantik. Ia merasa sangat menyesal karena belum sempat memaksimalkan waktu bersama ketika sang ibu tercinta masih hidup.
Raisa mempertanyakan mengapa dahulu dirinya tidak meluangkan waktu luang untuk mengobrol santai bersama dengan sang ibu. Ia juga menyesal tidak menanyakan kisah masa muda serta resep masakan andalan dari ibunda sebelum wafat.
Perasaan kehilangan belahan jiwa membuat semua penyesalan masa lalu datang menghampiri pikiran sang penyanyi secara bertubi-tubi. "Ternyata pas aku mengalaminya, ketika kehilangan belahan jiwaku, baru semua penyesalan-penyesalan itu datang," kata Raisa.
Sebelum berada di tahap ikhlas, Raisa mengaku sempat melewati fase penolakan yang berat. Pada fase sulit itu, ia selalu berusaha menghindari kesedihan dan enggan menangis di depan banyak orang.
Namun, ia akhirnya menyadari bahwa melarikan diri dari kenyataan pahit bukanlah sebuah solusi terbaik mengatasi duka. Hingga pada suatu titik, ia memberanikan diri untuk melihat dan merenungkan perasaan sedih yang dialaminya.
"Sampai akhirnya aku bener-bener bisa memandang duka di depan mataku. Aku bisa menghadapi duka itu," tuturnya.
Kesedihan mendalam tersebut kini disikapi secara positif sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus ia lalui. Seluruh pergolakan batin dan rasa duka itu kemudian dituangkan Raisa ke dalam sebuah karya lagu terbaru.
Karya musik emosional tersebut diberi judul Kuharap Duka Ini Selamanya sebagai bentuk penghormatan bagi mendiang ibunya. "Walaupun judulnya serem banget ya, tapi ternyata enggak juga, kok, aku mempersilakan duka ini ada," kata Raisa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....