Prilly Latuconsina Jadi Rescue Diver di Ajang Red Bull Cliff Diving

  • 25 Mei 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prilly Latuconsina dipercaya menjadi rescue diver dalam ajang Red Bull Cliff Diving.
  • Prilly mengaku menghadapi tantangan ombak besar, arus kuat, dan suhu laut dingin selama bertugas.
  • Prilly menyebut pengalaman tersebut menjadi momen berharga dalam hobinya di dunia diving.

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktris muda, Prilly Latuconsina membagikan pengalaman barunya menjadi rescue diver dalam ajang Red Bull Cliff Diving World Series. Peran tersebut membuat Prilly bertugas langsung menjaga keselamatan para atlet di tengah kondisi laut yang cukup menantang.

Melalui unggahan di media sosial, Prilly mengaku tidak menyangka hobi diving bisa membawanya sampai dipercaya menjadi bagian dari tim penyelamat. Ia pun membagikan momen saat mengenakan perlengkapan menyelam dengan tulisan “Rescue Diver” di bagian belakang wetsuit miliknya.

“Tak pernah tahu sampai hobiku secara serius membawaku ke sini. Setelah melewati semua pelatihan akhirnya bisa sampai di titik ini,” tulis Prilly dalam unggahan Instagramnya, Minggu, 24 Mei 2026.

Prilly mengatakan pengalaman hari pertama bertugas cukup menguras tenaga dan mental. Ia harus menghadapi ombak besar, arus laut yang kuat, hingga suhu air yang dingin demi berada di posisi penyelamatan.

“Ombak besar, arus kencang, air dingin, dan harus terus berenang melawan arus supaya tetap stay di posisi rescue. Capek dan berat juga secara mental dan fisik, tapi rasanya senang sekali bisa dipercaya ada di posisi ini,” ujarnya.

Menurut Prilly, menjadi rescue diver bukan hanya sekadar menjalankan tugas biasa. Ia merasa tanggung jawab tersebut cukup besar karena keselamatan para atlet juga berada di tangan tim penyelamat yang berjaga.

Tak hanya itu, Prilly juga harus tetap siaga di atas air selama lebih dari dua jam untuk memastikan kompetisi berjalan aman. Ia bahkan sempat mengisi tenaga di tengah laut sambil tetap berada di posisi rescue.

Pada ronde terakhir, tantangan disebut semakin berat karena para atlet melakukan teknik cliff diving dengan tingkat kesulitan tinggi. Tim rescue juga telah mendapat briefing khusus agar lebih fokus dan waspada selama perlombaan berlangsung.

Sebelum kompetisi dimulai, Prilly turut melakukan pengecekan kedalaman laut secara langsung. Ia mengaku kondisi arus yang cukup kuat menjadi salah satu tantangan terbesar selama menjalankan tugas sebagai rescue diver.

Meski begitu, Prilly bersyukur seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar tanpa adanya cedera serius. Pengalaman tersebut pun menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan hobinya di dunia menyelam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....