Joe Taslim Akan Bintangi Remake Indonesia ‘The Man From Nowhere’
- 19 Mei 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Joe Taslim akan membintangi remake Indonesia dari film Korea Selatan The Man From Nowhere.
- Film tersebut dipromosikan di Cannes Film Market sebagai bagian dari upaya membawa film aksi Indonesia ke pasar global.
- Selain Joe Taslim, film Pendekar: Warrior yang dibintangi Iko Uwais juga menjadi sorotan dalam deretan proyek aksi Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Aktor Joe Taslim dipastikan akan membintangi remake berbahasa Indonesia dari film Korea Selatan The Man From Nowhere. Dilansir Variety, proyek tersebut menjadi bagian dari deretan film aksi Indonesia yang dipromosikan di Cannes Film Market.
Film ini akan mempertemukan kembali Joe Taslim dengan sutradara Tanigaki Kenji setelah sebelumnya bekerja sama dalam film The Furious. Para produser menyebut versi asli The Man From Nowhere sebagai film klasik modern dengan kisah emosional kuat.
Adaptasi Indonesia ini diproduksi oleh Asia Media Alliance Group, Nation Pictures, Yeti Entertainment, serta Red Packet Media. Sementara distribusi internasional ditangani oleh K-Movie Entertainment.
Pendiri Nation Pictures, Delon Tio, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama dalam perfilman genre internasional. Menurutnya, Indonesia mempunyai talenta, budaya aksi, hingga lokasi yang mendukung perkembangan film laga berskala global.
Yeti Entertainment yang baru dibentuk Erika North dan Nick North juga optimistis terhadap perkembangan film genre Asia Tenggara. Mereka menilai proyek The Man From Nowhere menjadi langkah besar untuk menghadirkan tontonan aksi yang dapat dinikmati penonton dunia.
Selain proyek Joe Taslim, Cannes Film Market juga menghadirkan film aksi Pendekar: Warrior yang dibintangi Iko Uwais. Film tersebut disutradarai John Radel dan turut menampilkan aktor muda Ali Fikri.
John Radel mengatakan Asia selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil film aksi terbaik di dunia. Ia berharap proyek-proyek terbaru ini dapat membawa kembali perfilman aksi Indonesia dan Asia Tenggara ke pasar internasional.
Sementara itu, produser Mike Leeder dari Red Packet Media menilai dunia telah mengenal kualitas film aksi Indonesia. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menghadirkan film aksi yang lebih besar, tajam, dan siap bersaing di pasar global.
Kehadiran dua film ini menjadi sinyal perhatian internasional terhadap perfilman aksi Indonesia. Proyek-proyek ini juga diharapkan mampu membuka jalan lebih luas bagi sineas dan aktor Asia Tenggara untuk bersaing di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....