Pameran 'Macabre Art Installation' Hadirkan Dunia Horor 'Ghost in the Cell'
- 18 Mei 2026 23:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Come and See Pictures menghadirkan pameran MACABRE ART INSTALLATION terinspirasi film Ghost in the Cell karya Joko Anwar.
- Pameran menampilkan enam instalasi seni grotesk yang diangkat dari dunia film ke bentuk fisik berskala nyata.
- Acara berlangsung gratis di Nirmana Falatehan pada 16–22 Mei 2026 dengan pengalaman horor imersif dan kritik sosial
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah produksi Come and See Pictures menghadirkan pameran bertajuk Macabre Art Installation yang terinspirasi dari film horor komedi Ghost in the Cell karya Joko Anwar. Pameran ini menampilkan enam instalasi seni grotesk yang sebelumnya hanya muncul di dalam film, kini diwujudkan dalam bentuk fisik berskala nyata.
Pameran tersebut berlangsung di Nirmana Falatehan pada 16 hingga 22 Mei 2026. Pengunjung dapat menikmati seluruh instalasi secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.
Enam instalasi yang dipamerkan diberi judul The Fan, Shower Head, The Stove, The Dancer, Flood Light, dan Lady Justice. Dalam film Ghost in the Cell, karya-karya tersebut menjadi bagian dari cerita horor yang juga memuat kritik sosial mengenai kekerasan dan eksploitasi lingkungan.
Film ini mengisahkan entitas dari hutan Kalimantan yang kehilangan tempat tinggal akibat deforestasi tambang nikel. Entitas tersebut kemudian membunuh manusia dengan aura paling negatif dan membentuk tubuh mereka menjadi objek seni grotesk.
Joko Anwar mengatakan pameran ini dibuat agar pengunjung dapat merasakan langsung isu yang sebelumnya hanya terlihat di layar bioskop. Menurutnya, film membuat penonton melihat cerita, sementara ruang pamer membuat pengunjung berhadapan langsung dengan tema yang diangkat.
"Film membuat penonton melihat. Ruang pamer membuat pengunjung berhadapan langsung dengan isu di dalam film,” kata Joko Anwar dalam keterangan tertulis.
Melalui perpaduan suara, pencahayaan, tekstur, dan skala instalasi, pengunjung diajak masuk ke atmosfer dunia Ghost in the Cell secara lebih dekat dan personal. Pameran ini juga membuka ruang diskusi mengenai tubuh, kekerasan, konsumsi, hingga kekuasaan dalam sistem sosial yang brutal.
Macabre Art Installation menjadi bagian dari upaya Come and See Pictures memperkenalkan seni instalasi dan seni kontemporer. Rumah produksi tersebut juga ingin menunjukkan bahwa perfilman merupakan hasil kolaborasi banyak bidang seni kreatif.
Seluruh instalasi diawali dari interpretasi visual para concept artist Indonesia, kemudian diwujudkan melalui proses sculpting, prostetik, tata artistik, tata cahaya, hingga desain suara khusus. Sejumlah seniman yang terlibat antara lain Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy Ao.
Turut melibatkanDennis Sutanto sebagai Art Director, Novie Ariyanti untuk Make-up effects, Ical Tanjung untuk Lightnig, Monika Paska untuk Costume Designer. Kemudian, M. Anwar untuk Prosthetic Artist, Aghi Narottama sebagai Sound and Music Design, serta Tony Merle untuk Music Collaboration.
Pendekatan visual yang memadukan horor, seni kontemporer, satire sosial, dan pengalaman imersif. Pameran ini menjadi salah satu eksplorasi lintas medium paling ambisius dalam kampanye film Indonesia.
Pameran tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan bagi penonton film, pecinta seni, komunitas kreatif. Serta generasi muda untuk melihat dunia sinematik yang hidup melampaui layar bioskop.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....