Film “Children of Heaven” Versi Indonesia dengan Nuansa Lokal dan Sentuhan Komedi
- 14 Mei 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sutradara Hanung Bramantyo kembali menghadirkan film drama keluarga lewat Children of Heaven
- “Children of Heaven” versi Indonesia tetap mengikuti kisah kakak beradik dari keluarga sederhana
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Hanung Bramantyo kembali menghadirkan film drama keluarga lewat Children of Heaven. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026 mendatang.
Diproduksi MD Pictures, film ini merupakan adaptasi dari karya sutradara Iran Majid Majidi yang pada tahun 1997. Meski diadaptasi dari film original, versi Indonesia dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan penonton Tanah Air.
Salah satunya melalui sentuhan budaya lokal dan elemen komedi yang lebih kuat. Produser Manoj Punjabi mengatakan, tim produksi mencoba menghadirkan interpretasi baru tanpa menghilangkan pesan utama.
“Kami ingin membuat film ini lebih komunikatif untuk penonton Indonesia tanpa menghilangkan value utama dari karya aslinya. Jadi bukan sekadar copy paste, tapi ada rasa dan warna baru yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia,” ujar Manoj, dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026.
“Children of Heaven” versi Indonesia tetap mengikuti kisah kakak beradik dari keluarga sederhana. Ali dan Zahra harus berbagi sepasang sepatu demi tetap bisa sekolah.
Tokoh Ali diperankan Jared Ali, sementara Zahra dimainkan Humaira Jahra. Namun berbeda dari versi Iran, Hanung memasukkan banyak unsur lokal yang membuat film terasa lebih ringan dan komunikatif.
Salah satu warna baru hadir lewat karakter kepala sekolah yang dimainkan Muhadkly Acho. Dalam film, tokoh tersebut tampil unik karena gemar berpantun setiap kali berbicara.
Nuansa komedi juga diperkuat dengan kehadiran sejumlah komika. Diantarnya Dodit Mulyanto, Benedictus Siregar, Oki Rengga, hingga Lolox.
Selain menghadirkan humor, film ini juga mengangkat tema pengorbanan dalam keluarga. Sosok ayah yang diperankan Andri Mashadi digambarkan bekerja keras demi keluarga.
Sementara hubungan Ali dan Zahra memperlihatkan bentuk kasih sayang sederhana antara kakak dan adik. Manoj juga mengungkapkan bahwa versi Indonesia menghadirkan penutup cerita yang berbeda dibanding film aslinya.
“Ending-nya kami buat lebih memuaskan secara emosional. Tetapi pesan utama tentang keluarga, pengorbanan, dan kasih sayang tetap kami jaga,” kata Manoj.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....