Dheeraj Kalwani-Jeropoint: Film 'Tumbal Proyek' Bukan Horor Biasa
- 24 Apr 2026 05:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tumbal Proyek angkat mitos populer jadi horor drama keluarga emosional
- Sutradara fokus pada teror psikologis dibanding sekadar jump scare
- Film horor Tumbal Proyek siap tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Produser ternama Dheeraj Kalwani bersama sutradara Jeropoint secara resmi menegaskan bahwa karya film terbaru mereka tidak hanya menjual horor. Karya berjudul Tumbal Proyek ini diklaim mengangkat kedalaman cerita tentang kehilangan anggota keluarga tercinta dalam sebuah misteri besar.
Dheeraj mengungkapkan bahwa ide utama film ini diambil dari mitos tumbal pembangunan yang sudah sangat populer di masyarakat. Ia ingin membawa narasi tersebut ke ruang yang lebih emosional lewat perjalanan seorang anak mencari kebenaran tentang ayahnya.
"Kita ingin membuktikan bahwa tumbal proyek itu nyata atau tidak, tapi dari sudut pandang seorang anak," kata Dheeraj saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 April 2026. "Dia kehilangan ayahnya dan ingin mencari tahu kebenarannya melalui berbagai cara yang cukup berbahaya dalam cerita ini."
Sutradara Jeropoint menambahkan bahwa film horor ini sengaja dirancang agar terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari penonton Indonesia. Istilah tumbal proyek memiliki kedekatan emosional sekaligus rasa penasaran yang kuat bagi siapa saja yang pernah mendengar mitosnya.
"Kita berpikir, apa sesuatu yang bisa kita bawa ke dalam horor yang bisa memberikan diferensiasi yang nyata," ujar Jeropoint. "Tentu harus bikin sesuatu yang relevan, yang dekat sama kita, karena nama tumbal proyek saja sudah ada."
Film ini menonjolkan perjuangan sebuah keluarga untuk tetap bertahan dan utuh di tengah ancaman mistis yang sangat mengerikan. Fokus cerita bergeser dari sekadar penampakan hantu menjadi sebuah drama pencarian fakta di balik hilangnya nyawa dalam sebuah proyek.
"Di Tumbal Proyek ini bukan cuma tentang horor, tapi tentang bagaimana keluarga ingin saling mempertahankan keutuhannya," kata Jeropoint. "Hanya untuk mencari tahu kebenaran tentang apa yang disembunyikan di balik kemegahan pembangunan jembatan yang sedang berlangsung."
Dalam urusan teknis penyutradaraan, Jeropoint menegaskan bahwa dirinya tidak hanya mengandalkan teknik jump scare yang mengejutkan penonton saja. Ia justru lebih percaya bahwa rasa takut yang paling kuat akan muncul saat seseorang merasa terancam tanpa tahu sumbernya.
"Saya selalu percaya ketakutan yang paling menakutkan adalah ketika kita tidak tahu apa-apa tentang ancaman itu," ujar Jeropoint. "Kita tahu ada bahaya, tapi kita tidak tahu bahaya itu dari mana dan dalam bentuk apa yang sesungguhnya."
Penonton akan diajak mengikuti sudut pandang karakter Yudha yang masuk ke dalam labirin misteri proyek pembangunan besar yang menakutkan. Cerita ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda karena menggabungkan elemen trauma psikologis dengan ketegangan supranatural yang sangat mencekam bagi penonton.
"Kita semua tahu arti dari tumbal proyek. Tapi kita belum pernah tahu apakah itu nyata atau tidak," ujar Dheeraj.
"Itu yang saya bawa, dan kita diskusi banyak untuk menyajikan tontonan yang punya kualitas cerita yang sangat solid." Film Tumbal Proyek yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 13 Mei.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....