Pengamat Sebut Protes Hammersonic sebagai Festival Metal Tidak Lagi Relevan

  • 23 Apr 2026 18:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat menilai protes penonton yang masih menganggap Hammersonic sebagai festival metal tidak lagi relevan, karena kini telah bertransformasi menjadi festival 'heavy music' dengan konsep yang lebih luas.
  • Perubahan konsep Hammersonic Festival dinilai sebagai bentuk penyesuaian terhadap pasar dan kondisi industri, termasuk faktor ekonomi dan strategi penyelenggaraan, bukan pergeseran dari identitas awal secara sepihak.
  • Promotor Ravel Entertainment menetapkan kebijakan refund 100 persen dan mengubah format Hammersonic Festival 2026 menjadi 'private festival', yang hanya dapat dihadiri undangan resmi meski acara tetap dijadwalkan berlangsung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Musik Ekstrem Indonesia, Dickie menilai protes penonton terhadap Hammersonic Festival sebagai festival musik metal sudah tidak relevan. Ia menyebut, konsep acara tersebut telah berubah menjadi festival 'heavy music' yang lebih luas.

Menurutnya, perubahan konsep yang dilakukan penyelenggara memang memicu berbagai keluhan. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut menunjukkan adanya penyesuaian arah festival, bukan sekadar penyimpangan dari identitas awal.

'Memang Hammersonic masih menggunakan tagline festival metal? Itu sudah tidak ada. Artinya, mereka tidak lagi mengklaim sebagai festival metal murni," ujarnya melalui akun Instagram pribadinya, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan, kritik terhadap line-up yang dinilai tidak lagi didominasi musik metal seharusnya dilihat dalam konteks perubahan konsep. Menurutnya, variasi genre dalam heavy music menjadi hal yang wajar seiring penyesuaian pasar dan strategi penyelenggara.

Di sisi lain, ia juga menyoroti sikap sebagian penonton yang dinilai terlalu berfokus pada preferensi pribadi. Ia mencontohkan keluhan yang terus berubah, mulai dari harga tiket hingga permintaan genre dan band tertentu.

"Ketika harga mahal, protes, saat harga murah, juga protes. Diberikan deathcore, minta hardcore, sudah dipenuhi, bergeser lagi ke black metal," katanya.

Ia menegaskan, festival musik bukan sekadar mengikuti selera individu, melainkan harus mempertimbangkan kepentingan banyak pihak. Selain itu, faktor ekonomi seperti nilai tukar rupiah juga memengaruhi kemampuan promotor dalam menghadirkan musisi internasional.

Ia turut menyoroti fenomena permintaan pengembalian dana (refund) penuh hanya karena band favorit batal tampil. Ia menilai, festival seharusnya dinikmati sebagai pengalaman menyeluruh, bukan hanya berfokus pada satu penampil.

Sebelumnya, Promotor Ravel Entertainment resmi mengumumkan kebijakan refund penuh bagi seluruh pemilik tiket Hammersonic Festival 2026. Keputusan ini diambil menyusul berbagai dinamika yang terjadi menjelang penyelenggaraan acara.

CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy menyatakan bahwa proses pengembalian dana sebesar 100 persen akan mulai dilakukan pada pekan depan. Seiring dengan itu, penjualan tiket festival musik metal tahunan tersebut juga telah resmi ditutup.

"Saya akan merefund penuh 100 persen bagi seluruh pemilik tiket Hammersonic Festival 2026. Proses refund akan dilakukan mulai minggu depan" katanya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Rabu malam, 22 April 2026.

Ia menjelaskan langkah ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap situasi yang berkembang. Sekaligus menjaga harkat dan martabat penyelenggaraan festival serta seluruh pihak yang terlibat, termasuk band penampil, tim, dan kru.

Meski demikian, Hammersonic Festival 2026 dipastikan tetap berlangsung, namun dalam format privat festival. Artinya, hanya pihak-pihak yang menerima undangan resmi dari promotor yang dapat menghadiri acara tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....