Promotor Umumkan Refund 100 Persen, Hammersonic 2026 Jadi Privat Festival
- 23 Apr 2026 08:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ravel Entertainment menetapkan refund 100 persen untuk seluruh tiket Hammersonic Festival 2026, dengan proses dimulai pekan depan dan penjualan tiket resmi ditutup.
- Festival tetap digelar dalam format private festival, hanya untuk tamu dengan undangan resmi dari promotor.
- Kritikus Ghulam Tufail menilai skema konser privat belum jelas, serta menyebut kebijakan dipicu tuntutan refund dan protes penggemar akibat pembatalan line-up karena situasi geopolitik global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Promotor Ravel Entertainment resmi mengumumkan kebijakan refund penuh bagi seluruh pemilik tiket Hammersonic Festival 2026. Keputusan ini diambil menyusul berbagai dinamika yang terjadi menjelang penyelenggaraan acara.
CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy menyatakan bahwa proses pengembalian dana sebesar 100 persen akan mulai dilakukan pada pekan depan. Seiring dengan itu, penjualan tiket festival musik metal tahunan tersebut juga telah resmi ditutup.
"Saya akan merefund penuh 100 persen bagi seluruh pemilik tiket Hammersonic Festival 2026. Proses refund akan dilakukan mulai minggu depan" katanya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Rabu malam, 22 April 2026.
Ia menjelaskan langkah ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap situasi yang berkembang. Sekaligus menjaga harkat dan martabat penyelenggaraan festival serta seluruh pihak yang terlibat, termasuk band penampil, tim, dan kru.
Meski demikian, Hammersonic Festival 2026 dipastikan tetap berlangsung, namun dalam format private festival. Artinya, hanya pihak-pihak yang menerima undangan resmi dari promotor yang dapat menghadiri acara tersebut.
"Dengan keputusan tersebut, Hammersonic Festival 2026 akan tetap berlangsung dalam format private festival. Di mana yang bisa hadir hanya pihak-pihak yang menerima undangan resmi langsung dari saya," ucapnya.
Kritikus Musik Ekstrem, Ghulam Tufail mengatakan bahwa skema konser privat masih belum jelas. Hal ini dikarenakan pihak promotor belum memberikan kejelasan mengenai klasifikasi penonton undangan.
"Informasi ini mendadak sekali, banyak penggemar yang sudah menyewa penginapan dan membayar perjalanan ke Jakarta. Mudah-mudahan masih ada kesempatan untuk menonton," ujarnya.
Menurutnya, kebijakan yang diambil promotor dipicu oleh tuntutan penggemar yang menginginkan pengembalian dana (refund). Tuntutan tersebut muncul setelah sejumlah protes dari penggemar menyusul pembatalan beberapa line-up akibat situasi geopolitik global.
Tidak hanya itu, sebagian penggemar juga melayangkan protes kepada sejumlah musisi mancanegara agar tidak tampil dalam festival tersebut. "Ada beberapa yang menyerang secara verbal ke beberapa musisi internasional," ucap Ghulam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....