Meski Penuh Aksi, 'Ikatan Darah' Ceritakan Sisi Emosional Pengorbanan Keluarga

  • 22 Apr 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film Ikatan Darah tidak hanya menonjolkan aksi, tetapi juga mengangkat tema kuat tentang keluarga dan konflik emosional.
  • Livi Ciananta menilai keluarga sebagai fondasi utama dan sumber motivasi dalam kehidupan.
  • Derby Romero menyebut perannya sebagai Bilal sebagai pengalaman berharga dalam karier aktingnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film ‘Ikatan Darah’ tidak hanya menyuguhkan aksi, tetapi juga mengangkat makna keluarga yang kuat. Cerita ini menampilkan emosi mendalam melalui karakter Mega dan Bilal dalam menghadapi konflik hidup.

Livi Ciananta mengungkapkan bahwa keluarga menjadi pondasi utama dalam kehidupannya. Ia merasakan langsung nilai tersebut saat terlibat dalam proyek film ini.

“Buat saya pribadi keluarga itu adalah suatu hal yang sangat penting, bisa dibilang suatu fondasi gitu. Jadi keluarga itu merupakan motivasi kita sebagai manusia itu untuk hidup, makna keluarga itu aku dapatkan di project film ini,” ujar Livi dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa pengalaman di film ini memperkuat pemahamannya tentang arti hubungan keluarga. Livi menilai keluarga menjadi motivasi utama seseorang untuk terus bertahan dan menjalani kehidupan.

Menurutnya, proses syuting dan latihan turut membangun emosi karakter secara mendalam. Ia menambahkan bahwa latihan intens selama tiga bulan membuat adegan aksi terasa lebih natural.

Sementara itu, Derby Romero menilai perannya sebagai Bilal menjadi pengalaman berharga dalam kariernya. Ia mengaku tertantang keluar dari batas kemampuan demi mendalami karakter tersebut.

“Gue tuh selalu bermimpi pengen banget main film action, sampe akhirnya gue dapet Ikatan Darah. Gue bisa bilang ini adalah salah satu pengalaman terbaik gue selama gue berkarir” kata Derby.

Ia menyebut film ini sebagai salah satu pengalaman terbaik selama berkarier di dunia akting. Pengalaman tersebut membuatnya merasa seperti kembali menikmati proses berkarya dengan semangat baru yang lebih menyenangkan.

Derby menjelaskan bahwa karakter Bilal memiliki kompleksitas emosional yang kuat, terutama terkait keluarga. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam memerankan peran tersebut.

“Bilal itu green flag, karena apapun yang dilakukan sama dia itu dilakukan demi keluarga. Demi adiknya Mega, tapi memang sayangnya caranya salah” ujarnya.

Ia menilai meski caranya keliru, motivasi karakter tersebut tetap berakar dari cinta keluarga. Hal tersebut menunjukkan konflik batin karakter yang kompleks antara tanggung jawab, tekanan hidup, dan pilihan yang diambilnya.

Melalui dua karakter ini, ‘Ikatan Darah’ menghadirkan sudut pandang berbeda tentang keluarga dan pengorbanan. Film ini menunjukkan bahwa cinta keluarga dapat mendorong seseorang melakukan berbagai pilihan dalam hidup. (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....