Kisah 'Stay-at-Home Dad' Indonesia Bermusik di Denmark
- 16 Apr 2026 21:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Copenhagen, Denmark — Visual artist, graphic designer, sekaligus musisi, Rully Irawan, bersiap merilis karya musik terbarunya. Karya ini berangkat dari pengalaman personal sebagai ayah dan perantau.
Perjalanan hidupnya membentang dari Belanda hingga menetap di Copenhagen, Denmark. Masa pandemi Covid-19 menjadi titik penting dalam perubahan arah hidupnya.
Ia menghadapi transisi besar dari individu bebas menjadi ayah penuh tanggung jawab. Peran sebagai stay-at-home dad dijalani tanpa dukungan keluarga dekat.
Di tengah rutinitas, ia juga mempelajari bahasa Denmark dan mencari arah karier baru. Musik perlahan menjauh dari kesehariannya selama hampir lima tahun.
Namun, suara dan melodi kembali muncul dalam benaknya secara perlahan. Hal itu memanggilnya untuk kembali menciptakan karya musik.
Momen sederhana terjadi saat ia kembali memetik gitar di rumah. Putrinya, Flora, awalnya terganggu namun kemudian mulai terbiasa.
Musik kemudian menjadi jembatan komunikasi baru antara ayah dan anak. Dari situ lahir keinginan menciptakan karya sebagai bahasa emosional.
Lirik seperti “Saat nanti kau bisa berbahasa” menjadi refleksi harapan. Lagu ini berbicara tentang waktu dan proses saling memahami.
Ia juga memperkenalkan konsep RAUN yang memiliki makna personal. Kata itu mencerminkan perjalanan fisik dan emosional mencari makna rumah.
Pendekatan musiknya sederhana, jujur, dan tanpa pretensi berlebihan. Ia menggunakan instrumen seadanya sambil bernyanyi apa adanya.
“Inspirasi datang dari hal kecil seperti buah kesukaan anak saya, markisa. Lirik ini mengajak berhenti sejenak dan menemukan rasa pulang,” ujar Rully.
Karya ini menandai fase baru yang lebih damai dan terbuka terhadap kolaborasi. Lagu tersebut didedikasikan untuk Flora dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengikat emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....