Cerita Pemain di Balik Syuting di Lokasi Angker Film '402: Rumah Sakit Angker Korea'
- 16 Apr 2026 18:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemain 402: Rumah Sakit Angker Korea menghadapi tantangan akting sambil mengoperasikan kamera dalam konsep found footage.
- Proses syuting di lokasi angker dengan minim arahan membuat para pemain merasakan langsung atmosfer horor.
RRI.CO.ID, Jakarta - Para pemain film 402: Rumah Sakit Angker Korea membagikan pengalaman mereka selama proses syuting yang penuh tantangan. Konsep found footage yang digunakan membuat para aktor tidak hanya berakting, tetapi juga harus mengoperasikan kamera sendiri.
Elang El Gibran pemeran Bara, mengaku langsung tertarik sejak awal ditawari bergabung dalam proyek ini. Ia bahkan merasa beruntung bisa terlibat, mengingat dirinya juga merupakan penggemar film Gonjiam.
Menurutnya, konsep found footage yang jarang digunakan di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Meski dikenal rumit, ia justru menikmati proses tersebut dan melihatnya sebagai tantangan yang menarik.
“Konsep fun footage, kan ini sangat jarak di Indonesia. Bikin fun footage itu juga rumit, kita harus mengambil footage sendiri, ya bisa dibilang aku suka dengan kerumitan,” kata Elang dalam sesi press conference film 402: Rumah Sakit Angker Korea di MD Place Tower, Jakarta, Kamis 16 April 2026.
Hal serupa juga dirasakan Saputra Kori yang memerankan karakter Adit. Ia mengaku langsung menerima tawaran tanpa berpikir panjang karena konsep film yang berbeda dari kebanyakan produksi lainnya.
“Karena pertama ini adalah film yang bentuknya tuh lumayan beda dibandingkan film-film lainnya. Karena pake sistem found footage dimana kita ga cuma akting tapi harus jadi kameramen juga,” ujar Kori.
Dalam film ini, Kori tidak hanya berakting tetapi juga berperan sebagai kameramen dalam cerita. Ia bahkan harus membawa hingga tiga kamera sekaligus saat syuting.
“Kita nge-vlog ke tempat-tempat horror dan aku jadi kameramennya, itu jadi tantangan banget buat mengatur emosinya. Karena kamera yang ada di badan saat syuting itu bukan cuma dua, total tiga kamera yang aku pegang,” ucapnya.
Sementara itu, Arbani Yasiz yang memerankan Juna mengungkapkan keterlibatannya dalam film ini terasa seperti “jodoh”. Ia awalnya mengira tidak bisa ikut karena jadwal, namun akhirnya mendapat kesempatan setelah adanya penyesuaian waktu produksi.
Ia juga menyoroti pengalaman syuting yang dilakukan langsung di lokasi angker dengan minim arahan di lapangan. Para pemain dibiarkan mengeksplorasi sendiri situasi, sehingga nuansa horor terasa lebih nyata.
“Jadi pas main disini dengan kita di rigging kamera, bener-bener syutingnya ke tempat yang horror, kita dilepas sendirian gak ada sutradara. Kita bener-bener dilepas semuanya jadi beneran berasa banget horornya,” kata Arbani.
402: Rumah Sakit Angker Korea diproduseri oleh Manoj Punjabi, sementara Anggy Umbara mengisi kursi sutradara serta penulis oleh Lele Laila. Dibintangi oleh Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil.
Film ini merupakan adaptasi dari horro terlaris asal Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum. Versi remake Indonesia ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Juli 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....