Gunakan Puluhan Kamera, '402: Rumah Sakit Angker Korea' Hadirkan Konsep Found Footage
- 16 Apr 2026 17:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film 402: Rumah Sakit Angker Korea menggunakan konsep “found footage” dengan hingga 28 kamera dalam proses syuting.
- Adaptasi Gonjiam ini menghadirkan tantangan besar secara teknis sekaligus pengembangan cerita agar lebih relevan bagi penonton Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film 402: Rumah Sakit Angker Korea menghadirkan pendekatan berbeda lewat konsep ‘found footage yang mengandalkan hingga puluhan kamera. Sutradara Anggy Umbara menyebut metode ini menjadi salah satu tantangan teknis terbesar sepanjang kariernya.
“Kita disini memakai 28 kamera setiap shooting, jadi ketika kita tes kamera berkali-kali. Itu 28 kamera yang tampil, 1 orang pake 2 kamera, ada yang pake 3 kamera,” ujar Anggy dalam sesi press conference film 402: Rumah Sakit Angker Korea di MD Place Tower, Jakarta, Kamis 16 April 2026.
Ia menjelaskan, konsep found footage dalam film ini, para pemain memegang langsung kamera mereka sendiri. Sehingga seluruh adegan direkam dari sudut pandang karakter di dalam cerita.
Ia terinspirasi dari film-film seperti The Blair Witch Project dan Cloverfield yang sukses menghadirkan nuansa realistis. Namun, Anggy mencoba mengembangkan pendekatan tersebut dengan skala produksi yang lebih kompleks.
“Tantangannya ada di membuat fun footage itu, segimana secara teknikalnya, ceritanya, editingnya, semuanya. Jadi, kita disini tuh secara teknikal, mungkin salah satu film yang terumit yang pernah saya buat,” katanya.
Proses pengembangan film ini memakan waktu hingga dua tahun sejak tahap awal diskusi. Anggy mengaku tertarik untuk mengeksplorasi sisi teknis sekaligus menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton.
Dalam produksinya, tim menggunakan berbagai jenis kamera, mulai dari kamera kecil hingga perangkat profesional seperti Panasonic dan DSLR. Setiap pemain bahkan bisa membawa lebih dari satu kamera saat pengambilan gambar.
Menurut Anggy, kondisi ini membuat proses syuting terasa seperti memantau banyak layar sekaligus, layaknya sistem CCTV. “Saya kalau shooting monitornya banyak banget sih, kayak lagi nonton CCTV gitu,” ucapnya.
Sementara itu, penulis skenario Lele Laila mengungkapkan proyek ini menjadi salah satu kolaborasi yang sangat ia nantikan. Ia mengaku film aslinya, Gonjiam: Haunted Asylum, merupakan salah satu favoritnya.
Lele menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam proyek ini adalah menjaga kualitas adaptasi tanpa mengkhianati karya asli. Ia bersama tim berkomitmen untuk menghadirkan versi yang setara.
“Ini salah satu karya masterpiece Jung Bum-shik dan saat ini kita yang pegang disini. Kita gak mau sampai menghianati karya aslinya, jadi kita harus sebagus bahkan lebih bagus daripada karya aslinya,” ujarnya.
Ia juga terlibat langsung dalam seluruh proses produksi, termasuk mengikuti syuting hingga ke Korea. Menurutnya, berbagai elemen cerita ditambahkan agar lebih dekat dengan penonton Indonesia.
“Untuk menambah rasa yang lebih dekat sama orang-orang Indonesia banyak hal yang kita tambahkan. Tapi aku nggak mau ini kalo remake tetap harus syuting langsung ke Rumah Sakit angker di Korea,” kata Lele.
402: Rumah Sakit Angker Korea dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 9 Juli 2026. Diharapkan dapat membawa pengalaman horor yang lebih intens dari film sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....