Disalahpahami Sabrina Carpenter di Coachella, Kenali Apa Itu Zaghrouta!
- 16 Apr 2026 15:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Zaghrouta merupakan tradisi budaya Arab berupa seruan untuk mengekspresikan kegembiraan.
- Suara seruan/sorakan Zaghrouta dihasilkan melalui getaran lidah cepat dengan nada tinggi melengking.
RRI.CO.ID, Jakarta - Budaya Zaghrouta jadi perhatian publik usai penyanyi Sabrina Carpenter menuai kritik saat tampil di Coachella 2026 pada 10 April 2026. Pada saat itu, ia salah mengira sorakan penonton sebagai yodeling dan mengatakan bahwa dirinya tidak menyukainya.
Meski sudah meminta maaf, momen itu masih jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar pop di media sosial. Sabrina Carpenter dianggap kurang sensitif terhadap budaya.
Usut punya usut, ternyata, sorakan tersebut merupaka Zaghrouta, yakni tradisi budaya asal Arab. Penonton yang menyerukan Zaghrouta pada saat itu langsung mengatakan kepada Sabrina Carpenter bahwa itu adalah budayanya.
Sebenarnya apa itu Zaghrouta? Yuk, kenali apa arti dan asal-usulnya!
Zaghrouta atau Zaghareet adalah seruan khas budaya Arab yang mengekspresikan kegembiraan dan perayaan. Suara ini dihasilkan melalui getaran lidah cepat dengan nada tinggi melengking.
Tradisi ini umumnya terdengar dalam berbagai acara seperti pernikahan, kelahiran, dan perayaan-perayaan lainnya. Zaghrouta kerap hadir sebagai budaya di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Tengah, seperti Lebanon, Yordania, Palestina, Mesir, dan Maroko.
Secara tradisional, Zaghrouta dilakukan oleh perempuan, terutama anggota keluarga yang lebih tua atau yang memimpin perayaan. Dalam beberapa situasi, laki-laki juga dapat melakukannya, meski lebih jarang.
Suara ini biasanya dipelajari secara informal dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan melalui pendidikan formal.
Dalam acara publik besar, termasuk konser dan festival, Zaghrouta digunakan layaknya sorakan penonton. Tradisi ini muncul secara spontan sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan antusiasme.
Selain sebagai ekspresi bahagia, Zaghrouta juga memiliki makna sosial yang kuat. Seruan ini menjadi bentuk dukungan dan solidaritas.
Menariknya, praktik ini sudah ada sejak masa pra-Islam dan digunakan lintas agama. Baik komunitas Muslim maupun Nasrani di dunia Arab mengenalnya selayaknya sebagai bagian tradisi saja.
Isu ini menjadi pengingat pentingnya peka terhadap budaya dalam ruang publik. Dengan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami dan menghargai keragama tradisi budaya yang ada di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....