Palari Films Rayakan Satu Dekade, Siapkan Tujuh Proyek Film Baru
- 05 Apr 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Palari Films menandai satu dekade perjalanan dengan berbagai prestasi, termasuk penghargaan internasional bergengsi Golden Leopard.
- Selama 10 tahun, Palari konsisten menghadirkan film, serial, dan proyek kreatif yang mendapat apresiasi luas.
- Memasuki usia ke-10, Palari mengumumkan tujuh proyek baru dan memperluas kolaborasi dengan sineas lokal hingga internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah produksi Palari Films merayakan satu dekade kiprahnya di industri perfilman Indonesia melalui tema A Decade of Voyage!. Didirikan oleh Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan Edwin, Palari telah dikenal sebagai rumah produksi dengan deretan karya berprestasi dan berkualitas.
Perjalanan Palari Films dimulai lewat film panjang Posesif (2017) garapan Edwin. Film ini meraih tiga Piala Citra FFI 2017. Masing-masing untuk Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik.
Selama sepuluh tahun, Palari Films telah menghasilkan sekitar sepuluh karya, mulai dari film, serial, hingga antologi film pendek. Karya-karya tersebut konsisten mendapat perhatian penonton, diapresiasi di Festival Film Indonesia, hingga menembus panggung internasional.
Keberhasilan itu berlanjut melalui Aruna & Lidahnya (2018) yang kembali disutradarai Edwin. Film ini meraih Piala Citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik, serta diputar di Berlin International Film Festival 2019.
Pencapaian paling prestisius datang dari film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021). Film tersebut memenangkan Golden Leopard di Festival Film Locarno, menjadikannya film Indonesia pertama yang meraih penghargaan utama di ajang tersebut.
Palari Films juga aktif berkolaborasi dengan sineas Tanah Air. Salah satunya melalui Ali & Ratu Ratu Queens (2021) karya Lucky Kuswandi yang sukses besar di Netflix dan menjadi salah satu pencarian terpopuler di Google Indonesia.
“Sepuluh tahun perjalanan ini adalah hasil dari banyak tangan yang terlibat. Kami melihat ke belakang untuk melangkah ke depan, dan kini siap berlayar menuju cakrawala yang lebih luas,” ujar Zaidy dalam keterangan resmi, dikutip Kamis 2 April 2026.
Memasuki usia satu dekade, Palari Films mengumumkan tujuh proyek terbaru yang tengah disiapkan. Film Monster Pabrik Rambut karya Edwin dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026 dan telah melakukan pemutaran perdana di Berlinale 2026.
Selain itu, ada Desember Jani (Ariani Darmawan), Menari dengan Bayangan (Edwin, dengan produser eksekutif Baskara Putra). Kemudian, Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself (Khozy Rizal), Goldfish (Aditya Ahmad), serta Strange Root (Lam Li Shuen dan Mark Chua).
Monster Pabrik Rambut sendiri dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan pendatang baru Kev. Film ini menjadi kolaborasi kedua Iqbaal bersama Palari Films, sekaligus menandai perannya sebagai produser eksekutif.
“Senang rasanya menjadi bagian dari satu dekade Palari Films. Bagi saya, Palari Films adalah rumah produksi yang selalu mendorong batas kreativitas dan memberikan kesempatan berkarya seluas mungkin,” ujar Iqbaal.
Kolaborasi Palari Films juga melibatkan sineas perempuan Ariani Darmawan melalui film Desember Jani. Film ini menjadi debut panjangnya setelah sepuluh tahun vakum, sekaligus proyek yang seluruh proses kreatifnya digarap oleh perempuan.
Film tersebut dibintangi Sigi Wimala, Chempa Putri, Hyori Mika, dan Tutie Kirana. Sebelumnya, proyek ini telah masuk dalam program Work-in-Progress di Hong Kong Asia Film Financing Forum 2026.
Di sisi lain, Baskara Putra atau Hindia turut terlibat sebagai produser eksekutif dalam adaptasi film Menari dengan Bayangan. Ia menyebut proyek ini sebagai langkah baru dalam memperluas medium karyanya.
Palari Films juga memberi ruang bagi sineas muda, seperti Khozy Rizal dan Aditya Ahmad. Keduanya akan menggarap debut film panjang melalui I Wanna Dance with Myself dan Goldfish.
Tak hanya itu, Palari Films juga melanjutkan kerja sama internasional melalui proyek Strange Root. Film ini merupakan ko-produksi lintas negara bersama Singapura, Jerman, Belanda, dan Filipina, menandai langkah ekspansi Palari ke kancah global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....