Kisah Haru Tujuh Ekor Anjing Kabur dari Penculik

  • 27 Mar 2026 15:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Perjuangan tujuh ekor anjing kabur di Tiongkok, viral di media sosial
  • 2. Anjing-anjing tersebut diduga akan dijual ke toko daging
  • 3. Pemerintah Tiongkok tidak secara eksplisit melarang konsumsi daging anjing
  • 4. Shenzhen menjadi salah satu kota daratan pertama yang melarang makan kucing dan anjing pada tahun 2020.

RRI.CO.ID, Jakarta - Viral video di media sosial kisah tujuh anjing di Changchun, Provinsi Jilin, Tiongkok. Ketujuh anjing tersebut melarikan diri dari sebuah truk yang sedang melaju.

Diduga tujuh anjing tersebut akan dijual dan terkait bisnis daging anjing. Seorang netizen Lu merekam tujuh ekor anjing yang berjalan bersama-sama di pinggir tol, di Changchun.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, Lu merekam momen anjing-anjing tersebut pada 16 Maret 2026. Dalam rekaman tersebut, sekelompok anjing dengan hati-hati mengelilingi seekor anjing jenis German Shepherd yang mengalami luka.

Sementara seekor Corgi berjalan di depan memimpin kelompoknya. Corgi berulang kali menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Adapun ras lain adalah Golden Retriever, Labrador, dan Pekinese. Lu mengatakan kepada media Tiongkok daratan, Dahe Daily mengatakan kawanan anjing tersebut tidak seperti anjing liar.

“Mereka seperti sekelompok saudara kecil yang sedang dalam kesulitan, bergerak serempak. Anjing tersebut sama sekali tidak seperti anjing liar,” kata Lu seperti dikutip South China Morning Post, Jumat, 27 maret 2026.

Tujuh ekor anjing tersebut berjalan sejauh 17 kilo meter untuk menuju ke rumah majikannya. Pusat Anjing Liar Bitter Coffee setempat melaporkan bahwa anjing-anjing itu berasal dari desa yang sama, berkeliaran bebas bersama dan telah menjalin persahabatan yang kuat.

Seorang relawan mengatakan toko daging mencuri anjing-anjing itu, menunjukkan bahwa mereka mungkin melarikan diri dari truk. Meskipun tidak ada saksi yang melihat kepergian mereka.

Video dari anjing yang viral itu, ditonton hampir 230 juta kali. Berbagai tanggapan positif dari netizen.

“Anjing menunjukkan kesetiaan kepada teman-temannya. Manusia yang menyakiti mereka menunjukkan kemanusiaan yang jauh lebih sedikit,” kata seorang netizen.

“Anjing adalah sahabat kita yang paling setia dan pantas mendapatkan perlindungan dan perawatan. Sangat penting untuk menetapkan undang-undang perlindungan hewan sesegera mungkin.”

Saat ini, hukum Tiongkok tidak secara eksplisit melarang konsumsi daging anjing. Kendati Shenzhen menjadi salah satu kota daratan pertama yang melarang makan kucing dan anjing pada tahun 2020.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....