Sinopsis Film The Furious, Kisah Ayah Bisu Lawan Sindikat Perdagangan Anak
- 25 Mar 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film aksi beladiri 'The Furious' menghadirkan, kisah emosional dalam balutan pertarungan intens
- Simak sinopsis film The Furious yang mengisahkan seorang ayah bisu melawan sindikat perdagangan anak
- Wei diceritakan sebagai seorang ayah yang kehilangan anak akibat penculikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Film aksi beladiri 'The Furious' menghadirkan, kisah emosional dalam balutan pertarungan intens. Film ini dibintangi Mo Tse sebagai karakter utama bernama Wang Wei.
Simak sinopsis film The Furious yang mengisahkan seorang ayah bisu melawan sindikat perdagangan anak. Film The Furious yang menampilkan aktor Indonesia Joe Taslim dan Yayan Ruhian ini, dijadwalkan tayang pada Mei 2026.
Sinopsis The Furious
Melansir Lionsgate, Wei diceritakan sebagai seorang ayah yang kehilangan anak akibat penculikan. Ia kemudian berusaha membongkar sindikat perdagangan manusia yang terlibat.
Dalam perjalanannya, Wei bertemu dengan jurnalis yang diperankan Joe Taslim. Keduanya bekerja sama untuk menyelamatkan korban dan mengungkap jaringan kriminal tersebut.
Karakter Wei memiliki kondisi unik karena tidak dapat berbicara akibat cedera. Meski demikian, ia memiliki kemampuan bertarung yang sangat kuat dan mematikan.
Sementara itu, karakter jurnalis memiliki latar belakang kehidupan yang penuh misteri. Ia juga tengah mencari keberadaan istrinya yang hilang tanpa jejak.
Film ini disutradarai oleh Kenji Tanigaki dengan gaya aksi khas Asia. Ia dikenal sebagai koreografer aksi dalam berbagai film internasional terkenal.
Produksi film ini menggunakan bahasa Inggris dengan latar lokasi di Thailand. Anggaran produksi mencapai sekitar 20 juta dolar Amerika.
Penayangan perdana dilakukan di Toronto International Film Festival pada 2025. Film ini menuai perhatian berkat adegan laga yang intens dan realistis.
Selain Joe Taslim, film ini juga menghadirkan Yayan Ruhian sebagai lawan tangguh. Kehadirannya menambah kualitas pertarungan dalam film.
Adegan klimaks menampilkan pertarungan sengit antara para karakter utama. Momen tersebut menjadi sorotan utama dalam keseluruhan cerita.
Meski mendapat pujian, film ini tidak lepas dari kritik penonton. Beberapa dialog dinilai kurang natural dan mengurangi kedalaman cerita.
Kenji Tanigaki sebelumnya terlibat dalam film Blade II sebagai stunt coordinator. Ia juga berkontribusi dalam Rurouni Kenshin sebagai pengarah aksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....