Serukan Dukung Palestina, Aktor Susan Sarandon Akui Di-Blacklist Hollywood

  • 04 Mar 2026 14:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta -Aktris senior Hollywood, Susan Sarandon mengaku kariernya sulit setelah secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Peraih Oscar tersebut menyebut dirinya secara efektif di-blacklist Hollywood setelah menyerukan gencatan senjata di Gaza

Pernyataan itu disampaikan Susan saat menghadiri konferensi pers menjelang penghargaan Goya Awards di Barcelona, Spanyol. "Saya dipecat oleh agensi saya secara khusus karena ikut berdemonstrasi dan berbicara tentang meminta gencatan senjata di Gaza, hal itu membuat saya tidak bisa lagi tampil di televisi," ujarnya.

Menurutnya, sejak saat itu peluang tampil di televisi maupun film studio besar hampir menghilang. Ia bahkan mengaku menjadi sulit diundang ke proyek produksi Hollywood yang sebelumnya rutin ia jalani.

Aktris film 'Thelma & Louise' itu mengatakan dukungannya berangkat dari kepedulian kemanusiaan, bukan kepentingan politik tertentu. Susan menilai situasi di Gaza memang perlu mendapat perhatian global dan ruang diskusi terbuka tanpa tekanan industri.

Awal Kontroversi ini mulai dari pidatonya dalam demonstrasi pro-Palestina di New York pada 2023 yang memicu kritik keras. Ia kemudian meminta maaf atas pilihan kata yang dianggap menyinggung komunitas Yahudi, sambil menegaskan tetap mendukung perdamaian.

Sejak saat itu, Susan lebih banyak bekerja di proyek independen dan produksi film Eropa. Ia diketahui terlibat film di Italia serta tampil di panggung teater London sebagai alternatif karier di luar perfilman Amerika.

Susan juga menilai iklim industri film Amerika saat ini membuat banyak seniman merasa berhati-hati menyampaikan pandangan politik. Ia menyebut adanya upaya represi terhadap perbedaan suara di Hollywood.

Meski menghadapi konsekuensi tersebut, aktris berusia 70-an tahun itu menegaskan tidak menyesali sikapnya. Baginya, seniman tetap memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara terhadap isu kemanusiaan.

"Saya tidak bisa menjelaskan betapa pentingnya untuk berdiri teguh untuk beridirnya sebuah bangsa bagi kami yang berusaha dalam keadaan yang sangat sulit. Ketika kami melihat kekuatan moral seperti itu, betapa berartinya hal itu bagi kami," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....