Film 'Crocodile Tears' Tayang Reguler di Bioskop Mei 2026
- 03 Mar 2026 12:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Film debut panjang sutradara Tumpal Tampubolon berjudul ‘Crocodile Tears’ akhirnya tayang reguler di bioskop mulai 7 Mei 2026. Setelah berkeliling festival, penonton Indonesia kini bisa menyaksikannya secara langsung di bioskop.
Film ini dibintangi Yusuf Mahardika sebagai Johan, Zulfa Maharani sebagai Arumi, serta Marissa Anita sebagai sang ibu. Ketiganya menghadirkan permainan akting yang intens dengan pendekatan minimalis namun emosional.
Diproduksi Telemedia, film ini mengangkat kisah relasi ibu dan anak yang penuh tekanan emosional. Ceritanya berpusat pada Johan yang hidup terisolasi bersama ibunya di sebuah peternakan buaya di wilayah terpencil.
Sehari-hari, Johan membantu sang ibu mengurus peternakan tanpa sentuhan dunia luar. Situasi mulai berubah ketika ia jatuh cinta untuk pertama kalinya pada seorang gadis bernama Arumi.
Rasa cinta itu memicu konflik batin yang selama ini terpendam dalam hubungan mereka. Sang ibu yang over-protective perlahan kehilangan kendali saat menyadari anaknya ingin memiliki kehidupan sendiri.
Tumpal Tampubolon dikenal lewat sejumlah film pendek yang kerap diputar di festival internasional. Lewat ‘Crocodile Tears’, ia memperluas eksplorasi temanya tentang relasi keluarga, kontrol, dan trauma yang diwariskan.
Secara internasional, ‘Crocodile Tears’ menjalani pemutaran perdana di Toronto International Film Festival 2024. Kehadirannya di festival tersebut membuka jalan distribusi ke berbagai ajang perfilman dunia.
Di dalam negeri, film ini lebih dulu beredar di koridor festival seperti Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Jakarta Film Week. Respons positif dari penonton festival turut memperkuat antusiasme jelang rilis komersialnya.
Tak hanya itu, film produksi Mandy Marahimin ini juga masuk dalam lima nominasi Festival Film Indonesia. Salah satu kategori bergengsi yang diraih adalah nominasi Film Terbaik.
Secara visual, latar peternakan buaya menjadi simbol keterkungkungan dan ketegangan yang terus membayangi karakter. Atmosfer sunyi dan terisolasi mempertegas konflik psikologis yang dibangun sepanjang film.
Dengan pendekatan drama psikologis yang intim, ‘Crocodile Tears’ menawarkan pengalaman sinematik yang reflektif. Film ini menjadi salah satu rilisan nasional yang dinantikan para pecinta film.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....