Said Aqil Siradj Sampaikan Pesan Kemanusiaan di Konser Amal RRI

  • 23 Feb 2026 19:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Radio Republik Indonesia (RRI) menghadirkan tausiah dalam rangkaian konser amal ‘Harmoni Negeri untuk Berbagi’. Kultum tersebut disampaikan oleh KH Said Aqil Siradj di hadapan para tamu dan musisi yang hadir.

Dalam ceramahnya, Said Aqil menegaskan bahwa agama bukan hanya soal teologi dan ritual ibadah. Ia menyebut Islam sebagai agama peradaban yang puncaknya adalah kemanusiaan.

“Bahkan 15 abad yang lalu, Islam atau Al-Quran sudah menyampaikan bahwa agama Islam bukan hanya teologi dan ritual ibadah saja. Tapi Islam agama peradaban, kebudayaan, dan puncaknya adalah kemanusiaan,” katanya saat sesi tausiah di Auditorium Abdurahman Saleh, RRI, Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Ia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW tentang kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, seseorang tidak layak disebut umat Nabi jika tidur kenyang sementara tetangganya kelaparan, tanpa memandang agama.

Said Aqil juga menepis anggapan bahwa Islam mengajarkan kekerasan. Ia menjelaskan makna Islam yang berasal dari kata salam atau damai, serta pentingnya sikap berserah diri kepada Tuhan.

“Oleh karena itu, tidak benar kalau agama Islam mengajarkan kekerasan. Islam dari kata shalom, salam, damai, taslim, menyerah total kepada Tuhan, ini merupakan prinsip semua agama,” ujarnya

Dalam penjelasannya, ia mencontohkan kisah Nabi Musa yang membawa Bani Israel menyeberangi Laut Merah. Peristiwa itu disebut sebagai bukti tawakal dan keyakinan penuh kepada pertolongan Tuhan.

Memasuki pembahasan Ramadan, Said Aqil menekankan bahwa puasa adalah latihan membersihkan diri dari sifat negatif. Ia mengingatkan agar puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perilaku.

Menurutnya, manusia memiliki anugerah ilahi berupa nurani atau fuad. Fuad itulah yang menjadi hakim batin untuk membedakan benar dan salah.

“Oleh karena itu, bangsa Indonesia ini, terutama umat Islamnya, mari kita dengarkan suara Fuad. Mari kita kembali kepada budaya kita, akhlak kita, moral kita, mari kita punya benteng, Namanya Fuad,” katanya.

Kultum tersebut melengkapi rangkaian konser amal yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pesan spiritual. Semangat berbagi dan kemanusiaan menjadi benang merah yang ditegaskan sepanjang acara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....