Jelang Tayang, 'Pelangi di Mars' Promo Terbangkan Balon Raksasa

  • 19 Feb 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang penayangannya pada Lebaran 2026, film ‘Pelangi di Mars’ mulai mencuri perhatian publik. Balon raksasa atau giant balloon hadir di SCBD Tunnel BEJ sebagai bentuk promosi unik dan ambisius.

Balon berukuran besar itu dipasang di ruang terbuka strategis, membuat banyak orang berhenti dan mengabadikan momen. Giant balloon ini nantinya akan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia.

Kehadiran giant balloon itu bukan sekadar strategi promosi. Film ‘Pelangi di Mars’ memang digarap dalam waktu panjang dan melalui proses yang tidak biasa.

Sutradara Upie Guava mengungkapkan proyek ini sudah dipersiapkan selama lima tahun. Tiga tahun pertama bahkan dihabiskan untuk membangun fondasi teknologi yang dibutuhkan, seperti CGI dan animasi.

“Kami bikin dulu pabriknya tiga tahun, kami riset dan mengembangkan. Kami melakukan banyak hal yang mungkin tidak semua orang mau melakukannya. dan dua tahun terakhir kita buat film ini,” kata Upie dalam press conference Giant Balloon Pelangi di Mars, di SCBD, Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.

Upie mengakui banyak pihak mempertanyakan mengapa tidak membuat film yang lebih sederhana. Namun sebagai sineas yang telah dua dekade berkarya, dia merasa terdorong menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna.

Dia mengaku tumbuh dengan film seperti Back to the Future dan Star Wars yang membangkitkan imajinasi kecilnya. Dari pengalaman itu, dia ingin menghadirkan tontonan yang bisa memantik mimpi anak-anak Indonesia.

“Saya punya anak dan melihat sepertinya Indonesia kurang banget ya literasi yang memantik seorang anak itu. Seperti pengen jadi apa, pengen berguna, pengen bermanfaat gitu,” ujarnya.

Upie juga ingin membangun kembali kisah kepahlawanan dalam kemasan yang lebih komersial. Harapannya, anak-anak Indonesia bisa merasa bangga dan percaya diri untuk menembus dunia.

Senada dengan itu, produser Dendi Reynando menyebut film keluarga di Indonesia masih kurang pasokan. Dia merasa film dengan kategori anak dan keluarga masih sangat jarang di bioskop Tanah Air.

“Nah, berdasarkan kegelisahan itulah, saya sama Upie berinisiasi bikin film ‘Pelangi di Mars’. Walaupun waktu tahun 2020 itu teknologi kita itu belum ada,” katanya.

‘Pelangi di Mars’, diharapkan menjadi sebuah Intellectual Property(IP) kebanggan Indonesia yang bisa bersaing di kancah global. Giant balloon di SCBD pun menjadi simbol mimpi besar yang ingin diterbangkan tinggi pada Lebaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....