Sambut Imlek, Ini Sejarah dan Legenda Zodiak Tiongkok
- 14 Feb 2026 13:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Zodiak Tiongkok merupakan sistem klasifikasi tahunan yang telah lama menjadi bagian penting dari budaya Tiongkok. Sistem ini mengikuti kalender lunar Tiongkok, di mana setiap tahun dalam siklus 12 tahun dilambangkan oleh seekor hewan.
Hewan-hewan tersebut diyakini mencerminkan karakter orang-orang yang lahir pada tahun tersebut. Pergantian lambang hewan terjadi setiap Tahun Baru Imlek, yang jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari dalam kalender Gregorian.
Melansir dari Britannica, Sabtu, 14 Februari 2026, setelah 12 tahun, urutan hewan kembali berulang. Berbeda dengan zodiak Barat yang didasarkan pada bulan dan rasi bintang, zodiak Tiongkok berfokus pada tahun kelahiran.
Dalam bahasa Tiongkok, sistem ini dikenal sebagai Sheng Xiao atau Shu Xiang dan berkaitan dengan konsep 12 cabang bumi. Konsep tersebut merupakan sistem penanggalan tradisional untuk mengatur tahun dan waktu.
Seiring waktu, hewan-hewan ditambahkan sebagai simbol pada sistem tersebut. Legenda menyebut kemunculan zodiak ini sejak periode Negara-Negara Berperang, sementara lainnya mengaitkannya dengan Dinasti Qin atau Dinasti Han.
Namun, pada paruh kedua Dinasti Han, sistem ini telah mapan dan digunakan secara luas. Legenda paling populer tentang asal mula zodiak Tiongkok berkisah tentang perlombaan antarhewan yang diprakarsai oleh Kaisar Giok atau Buddha.
Dalam kisah tersebut, dua belas hewan pertama yang mencapai garis akhir berhak masuk dalam kalender sesuai urutan kedatangannya. Rute perlombaan mencakup sungai yang harus diseberangi.
Tikus memenangkan lomba dengan kecerdikannya menumpang pada kerbau sebelum melompat lebih dulu ke garis akhir. Setelah tikus dan kerbau, menyusul harimau, kelinci, dan naga.
Menurut beberapa versi, naga tidak bisa menang dengan terbang karena menyelamatkan penduduk desa dari kebakaran. Ular dan kuda menjadi hewan berikutnya, dengan satu versi mengatakan bahwa ular bersembunyi di kaki kuda dan melompat sebelum garis akhir.
Kambing, monyet, dan ayam datang berikutnya setelah saling membantu menyeberang sungai. Anjing sampa kedua sebelum terakhir karena berhenti untuk mandi atau bermain di sungai.
Babi datang terakhir setelah berhenti untuk makan dan beristirahat. Dengan demikian, urutannya adalah tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi.
Sementara itu, kucing tidak termasuk karena berbagai versi legenda menyebut ia tertinggal atau dikhianati. Dalam praktiknya, setiap hewan diyakini memengaruhi kepribadian, hubungan, dan karier seseorang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....