Komika Reno Cerita Soal Anxiety dan Cara Menghadapinya
- 13 Feb 2026 17:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Di balik panggung tawa dan materi komedinya, komika Reno Fenady pernah berjuang melawan anxiety yang datang secara tiba-tiba. Reno mengaku, pernah mengalami kecemasan berlebih hingga mempertanyakan arah hidup dan kariernya.
“Saya pernah mengalami kecemasan sekitar dua tahun lalu pada masa itu. Awalnya muncul rasa panik yang datang tiba-tiba tanpa saya ketahui penyebabnya,” ujarnya kepada PRO3 RRI, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Reno, gejala yang ia rasakan lebih menyerupai 'panic attack' ringan meski tidak sampai mengalami sesak napas berat. Namun yang paling terasa, lanjutnya, adalah munculnya kekhawatiran berlebihan dan 'overthinking' yang berada di tingkat berbeda dari biasanya.
“Yang paling saya rasakan saat mengalami kecemasan itu adalah kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa. Tiba-tiba muncul rasa khawatir yang berlebihan tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Reno mengaku, rasa cemas itu sering muncul ketika ia mempertanyakan pilihan hidupnya sebagai stand up comedian. Terlebih saat pekerjaan sedang sepi, ia sempat membandingkan dirinya dengan teman-temannya yang bekerja kantoran dan terlihat lebih stabil.
“Ada masa ketika tawaran pekerjaan longgar, saya merasa mungkin telah salah memilih jalan. Pikiran itu membuat saya bertanya, mengapa tidak memilih bekerja di kantor saja,” katanya.
Ia menuturkan, kecemasan tersebut perlahan mereda ketika mulai belajar menerima bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Dalam proses itu, ia mencoba mendekatkan diri secara spiritual dan mencari ketenangan lewat doa.
“Saya mendengarkan lagu-lagu rohani, termasuk lagu gereja, dan larut dalam suasana tersebut. Pada saat itu saya berkata kepada Tuhan, saya pasrah pada rencana-Mu,” ujarnya
Setelah mengucapkan itu, kata Reno, dirinya menangis tersedu-sedu tanpa menyadari alasannya. Itulah momen terakhir Reno menangis sedalam itu, hingga terasa sesak di ulu hati.
Reno berpesan kepada siapa pun yang sedang mengalami overthinking, panic attack, atau anxiety untuk tidak merasa sendirian. Ia juga mengingatkan agar tidak ragu mencari bantuan profesional jika gejala berlangsung lama dan menimbulkan dampak fisik.
“Jangan pernah berhenti, jangan pernah merasa putus asa, dan jangan pernah merasa mentok dalam keadaan apa pun. Selama dunia ini masih berotasi dan kehidupan terus berjalan, selalu ada kemungkinan hal baik menanti di depan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....