Tari Lenggang Nyai, Kesenian Betawi Tentang Perjuangan Perempuan
- 10 Feb 2026 15:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Lenggang Nyai merupakan tarian tradisional khas Betawi yang berkembang di Jakarta. Tarian ini dikenal dengan gerakan lincah dan ekspresif yang menggambarkan karakter perempuan Betawi yang kuat, mandiri, dan berani menentukan pilihan hidup.
Nama Lenggang Nyai sendiri berasal dari dua kata. Yaitu ‘lenggang’ yang berarti lenggak-lenggok, dan ‘Nyai’ yang merujuk pada tokoh utama dalam cerita tersebut
Tari Lenggang Nyai diciptakan oleh seniman tari Wiwik Widiastuti pada akhir 1990-an. Tarian ini terinspirasi dari cerita rakyat Betawi tentang Nyai Dasimah, seorang perempuan yang menghadapi konflik batin dan tekanan sosial dalam kehidupannya.
Kisah Nyai Dasimah menceritakan seorang perempuan Betawi yang menikah dengan pria Belanda. Setelah pernikahan tersebut, ia harus menjalani kehidupan yang penuh aturan dan pembatasan, dia pun berjuang untuk mendapatkan kembali kebebasan.
Nilai perjuangan tersebut tercermin dalam ragam gerak Tari Lenggang Nyai. Gerakannya menampilkan lenggak-lenggok tubuh yang dinamis.
Gerakan tersebut dipadukan dengan ekspresi wajah yang kuat. Mencerminkan perasaan gembira, ragu, hingga tekad yang mantap.
Iringan musik tari ini menggunakan gambang kromong, musik tradisional Betawi yang memiliki perpaduan unsur lokal dan budaya Tionghoa. Irama musik yang ceria dan ritmis mendukung suasana tarian yang hidup dan komunikatif.
Tari Lenggang Nyai sering dipentaskan dalam berbagai acara budaya, seperti festival seni Betawi, penyambutan tamu, dan pertunjukan seni tradisional. Tarian ini menjadi salah satu ikon budaya Betawi yang masih dilestarikan hingga kini.
Melalui Tari Lenggang Nyai, masyarakat diajak memahami nilai keberanian, kemandirian, dan kebebasan perempuan. Selain sebagai hiburan, tarian ini juga berperan sebagai media pelestarian budaya dan cerita rakyat Betawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....