Bad Bunny Catat Sejarah di Super Bowl 2026

  • 09 Feb 2026 16:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi dan rapper, Bad Bunny sukses mencatat sejarah lewat penampilan Halftime Show Super Bowl 2026 yang penuh energi dan identitas budaya. Dia menjadi artis Latin pertama yang membawakan mayoritas set berbahasa Spanyol.

Penampilannya tersebut langsung menyedot perhatian publik global. Momen ini menegaskan kuatnya pengaruh musik Latin di arus utama hiburan, khususnya di Amerika Serikat

Bad Bunny membuka pertunjukan dengan lagu ‘Tití Me Preguntó’ sambil menyusuri panggung yang disulap bernuansa ladang Puerto Rico. Visual topi pava, domino, dan kehidupan Karibia tampil dominan dan mencuri perhatian.

Energi meningkat saat lagu ‘Yo Perreo Sola’ dimainkan bersama puluhan penari. Stadion pun berubah menjadi lantai dansa raksasa.

Bad Bunny lalu menghantam penonton dengan deretan hit reggaeton populer. Lagu seperti ‘Safaera’ dan ‘Monaco’ memicu sorak meriah dari penonton yang hadir.

Dia tampil di atas ‘La Casita’, rumah ikonik Puerto Rico berwarna merah muda. Struktur panggung itu juga dipenuhi bintang tamu ternama, seperti Jessica Alba, Karol G, hingga Pedro Pascal.

Kejutan besar juga muncul saat Lady Gaga naik ke atas panggung, membawakan versi salsa ‘Die With a Smile’. Aransemen lagu tersebut diiringi band Los Pleneros de la Cresta, nuansa Latin klasik berpadu dengan pop modern.

Suasana romantis berlanjut lewat ‘Baile Inolvidable’. Bad Bunny kemudian membawakan ‘Nuevayol’ dengan transisi mulus.

Ricky Martin hadir dalam lagu ‘Lo Que Le Pasó a Hawaii’, kolaborasi ini menegaskan solidaritas budaya Latin. Anthem ‘El Apagón’ dan ‘Café con Ron’ memperkuat pesan kebanggaan Puerto Rico.

Sebagai penutup, ‘DeBí Tirar Más Fotos’ mengiringi ledakan kembang api besar. Bad Bunny juga meneriakkan dukungan lintas negara kepada negara-negara Amerika Latin.

Sebagai catatan Ini bukan debut Bad Bunny di Super Bowl. Sebelumnya dia pernah tampil bersama Jennifer Lopez dan Shakira pada 2020 dengan membawakan lagu ‘I Like It’.

Namun, statusnya sebagai headliner utama tahun ini memicu perdebatan di kalangan konservatif yang menganggap pilihan tersebut kontroversial. Kritik bahkan muncul dari sejumlah tokoh politik, termasuk Presiden Donald Trump yang mempertanyakan relevansi artis Latin di acara nasional Amerika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....