‘Sasando’ Alat Musik Tradisional Berdawai Khas Pulau Rote
- 05 Feb 2026 12:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sasando merupakan alat musik berdawai khas Pulau Rote yang telah digunakan masyarakat Nusa Tenggara Timur sejak berabad-abad lalu. Instrumen tradisional ini dikenal memiliki bentuk unik menyerupai gitar serta berfungsi mengiringi berbagai pertunjukan budaya daerah.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, sasando diyakini sudah dikenal masyarakat Pulau Rote sejak sekitar abad ketujuh. Keberadaan alat musik ini menjadi bagian penting kehidupan sosial serta tradisi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Sasando tersusun atas tabung panjang berbahan bambu yang menjadi struktur utama sekaligus penyangga seluruh dawai. Pada bagian tengah tabung, terdapat susunan melingkar dari atas ke bawah sebagai jalur senar sasando.
Dawai-dawai sasando direntangkan vertikal mengikuti tabung bambu dan ditopang ganjalan khusus untuk menghasilkan nada musik. Susunan tersebut memungkinkan pemain memetik senar dengan kedua tangan secara bersamaan saat memainkan melodi tradisional.
Berdasarkan struktur nadanya, sasando terbagi menjadi dua jenis utama dengan karakteristik permainan berbeda jelas musik. Sasando gong menggunakan sistem pentatonik dengan dua belas dawai dan lazim memainkan lagu tradisional Rote.
Jenis lainnya adalah sasando biola yang menganut sistem diatonik dengan jumlah dawai jauh lebih banyak. Sasando biola mampu memainkan repertoar lebih beragam dan diperkirakan berkembang di Kupang akhir abad kedelapan belas.
Dalam praktiknya, sasando sering mengiringi tarian dan nyanyian tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur daerah setempat. Sejak dekade 1960-an, sasando dimodifikasi menjadi versi elektrik atas gagasan maestro lokal Edu Pah NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....