Tari Wutukala, Simbol Syukur Nelayan Pesisir Sorong Papua
- 04 Feb 2026 15:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Wutukala merupakan tarian tradisional masyarakat pesisir Sorong yang merepresentasikan ekspresi syukur dan warisan budaya. Tarian ini berangkat dari aktivitas berburu ikan sederhana yang berkembang menjadi simbol kehidupan suku Moy.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, tari Wutukala menggambarkan adegan nelayan menari di pantai Papua Barat. Para penari membawa tombak, mengenakan bulu cenderawasih, serta lukisan tubuh putih hitam khas Papua tradisional.
Tari Wutukala berasal dari Papua Barat, tepatnya wilayah Sorong, dan dimiliki oleh suku Moy setempat. Kesenian ini kerap dipentaskan dalam berbagai upacara adat dan kegiatan seremonial masyarakat pesisir Sorong Papua.
Tari Wutukala umumnya ditampilkan berkelompok dengan pasangan pria dan wanita yang bergerak selaras bersama harmonis. Pola ini mencerminkan aktivitas berburu ikan tradisional yang dilakukan bersama oleh kedua peran gender masyarakat.
Pada awal tarian, para pria memasuki arena dengan formasi berburu ikan tradisional pesisir Sorong Papua. Tidak lama kemudian, kaum wanita menyusul sambil membawa noken sebagai wadah hasil tangkapan ikan mereka.
Para penari perempuan mengenakan busana daun sagu dan hiasan kepala menyerupai burung cenderawasih Papua Barat. Gerakan tarian menggambarkan mata pencaharian suku Moy sebagai nelayan pesisir sejak dahulu kala Sorong Papua.
Cerita tarian berlanjut saat para pemburu digambarkan mengalami kesulitan menangkap ikan di laut pesisir Sorong. Tombak tidak lagi efektif, sehingga mereka terancam tidak memperoleh bahan makanan keluarga komunitas adat Moy.
Pada bagian ini, tarian menampilkan inovasi berburu ikan yang ditemukan masyarakat suku Moy pesisir Sorong. Akar tuba ditumbuk lalu ditebarkan ke air hingga ikan mengapung ke permukaan laut pesisir Sorong.
Secara garis besar, tari Wutukala menyampaikan nilai syukur, kerja sama, dan keterbukaan perubahan hidup masyarakat. Tarian ini dipimpin tetua adat dan diikuti pemuda sebagai simbol semangat menghadapi tantangan kehidupan suku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....