Tari Lumense Sulawesi Tenggara, Sarat Makna ‘Pembersihan’

  • 03 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Lumense merupakan tarian tradisional asal Tokotua Kabaena Bombana, Sulawesi Tenggara yang sarat makna ritual pembersihan. Tarian ini menampilkan alunan musik tradisional syair menyerupai mantra serta gerak serempak penari berbusana hitam merah emas.

Dilansir dari laman indonesia kaya, Lumense berasal dari kata lumee bermakna pembersihan dan eense berarti melonjak. Makna tersebut menggambarkan tarian untuk membersihkan noda dosa dan bencana melalui gerakan melonjak menyerupai bara api.

Tari Lumense telah berkembang sejak sekitar dua ratus tahun lalu di tengah masyarakat Kabaena Sulawesi Tenggara. Tarian ini sempat menghilang antara 1946 hingga 1960 lalu muncul kembali tahun 1962.

Pada tahun 1973 Tari Lumense kembali berkembang dan mulai dipertahankan secara turun temurun oleh masyarakat Buton. Hingga kini tarian tersebut tetap dijaga sebagai bagian penting tradisi dan identitas budaya daerah.

Sebelum Islam masuk Sulawesi Tenggara tarian ini dilakukan sebagai ritual memanggil roh leluhur masyarakat Kabaena. Ritual tersebut ditujukan kepada kowonuano melalui sajian makanan agar terhindar dari wabah atau bencana.

Seiring waktu Kesultanan Buton menjadikan Tari Lumense sebagai tarian pengiring pembukaan lahan pertanian masyarakat. Dalam pementasan pria membawa parang melambangkan petani sementara pohon pisang merepresentasikan bencana simbolik.

Penari perempuan mengenakan baju hitam dan rok merah marun berbentuk ekor duyung yang disebut taincombo. Penari laki laki memakai taincombo berpadu selendang merah serta korobi sarung parang kayu di pinggang kiri.

Kini Tari Lumense juga dipentaskan pada pernikahan penyambutan tamu penting hingga acara budaya nasional. Tarian ini bahkan pernah ditampilkan pada peringatan HUT RI ke-77 di Istana Negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....