‘Gambang Kromong’ Simbol Harmoni Akulturasi Budaya Betawi
- 03 Feb 2026 15:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
RR.CO.ID, Jakarta - Gambang kromong merupakan kesenian musik Betawi yang mencerminkan hubungan sinergis antaretnis dalam kehidupan masyarakat. Perpaduan gamelan dengan alat musik Tionghoa melahirkan harmoni unik sarat pesan kebersamaan.
Dilansir dari laman indonesia kaya, gambang kromong berasal dari dua instrumen utama bernama gambang dan kromong. Gambang berupa delapan belas bilah kayu empuk, sementara kromong tersusun dari sepuluh keping logam bernada berurutan.
Secara historis, gambang kromong berakar dari ketertarikan masyarakat Tionghoa di Jawa terhadap musik gamelan. Mereka kemudian mencoba memainkannya meski karakter permainan di Batavia dianggap kurang halus.
Di Batavia, masyarakat Tionghoa lebih menyukai orkes khim yang memiliki karakter bunyi berbeda. Orkes ini terdiri dari berbagai instrumen gesek, tiup, dan pukul seperti yang-khim, sukong, dan thehian.
Karena yang-khim sulit diperoleh, gambang dari gamelan kemudian digunakan sebagai pengganti. Penggantian tersebut melahirkan orkes gambang yang kerap disebut gambang cina karena membawakan lagu-lagu Tionghoa.
Sekitar tahun 1880, Bek Teng Tjoe memadukan orkes gambang dengan kromong, gong, kempul, dan gendang. Eksperimen ini disambut antusias pendengar dan menandai lahirnya gambang kromong.
Dari Batavia, gambang kromong menyebar ke berbagai wilayah budaya Betawi seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Penyebaran ini menegaskan perannya sebagai identitas musik masyarakat Betawi.
Seiring perkembangan zaman, gambang kromong mengalami modifikasi dengan penambahan instrumen modern bernada diatonik. Meski menimbulkan pro dan kontra, kekhasan musik gambang kromong tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....