‘Tari Kancet’ Warisan Budaya Dayak Kenyah 

  • 30 Jan 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Kancet merupakan tarian tradisional Dayak Kenyah yang lahir dari tradisi berladang agraris Kalimantan Timur. Tarian ini berfungsi sebagai ekspresi budaya penting dan kerap dipentaskan menjelang panen raya masyarakat setempat.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, kegiatan berladang memengaruhi lahirnya kesenian Nusantara, termasuk tari kancet tradisional. Sebagai masyarakat agraris, orang Dayak menempatkan aktivitas berladang sebagai sumber pangan sekaligus inspirasi seni budaya.

Tari kancet umumnya dibawakan perempuan Dayak Kenyah dalam rangkaian upacara adat menjelang musim panen raya. Pertunjukan ini melampaui hiburan semata karena mengandung simbol, nilai, dan makna budaya mendalam komunal tradisional.

Penari kancet berjumlah dua hingga enam orang dengan busana adat sapek sapay khas Dayak Kenyah. Sapek sapay perempuan dikenal sebagai ta a, terdiri atas penutup kepala dan pakaian utama tradisional.

Penutup kepala menyerupai mahkota daun pandan berhias bulu burung tingang dan kadang dilengkapi caping ladang. Pilihan aksesori tersebut mencerminkan kuatnya pengaruh kehidupan agraris dalam estetika tari kancet Dayak Kenyah tradisional.

Busana sapeq inoq berwarna hitam dihiasi manik kontras, selaras dengan pakaian pria Dayak Kenyah tradisional. Gerak tari melambai mengikuti gendang dan bunyi sape, jemari penari diselipi bulu tingang halus anggun.

Dalam pementasan, penari naik ke atas gong besar sehingga tari kancet disebut tari gong tradisional. Kini, tari kancet tampil pada festival budaya dan penyambutan tamu kehormatan di berbagai daerah adat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....