Tari Baksa Kembang, Tarian Penyambutan dari Kalimantan Selatan
- 29 Jan 2026 14:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Baksa Kembang merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Tarian ini dikenal sebagai tari penyambutan tamu kehormatan dan menjadi bagian penting dari khazanah budaya daerah setempat.
Melansir dari berbagai sumber, Tari Baksa Kembang awalnya berkembang di lingkungan keraton Kesultanan Banjar. Pada masa lalu, tarian ini dipentaskan khusus untuk menyambut tamu bangsawan atau pejabat penting yang berkunjung ke istana.
Seiring perkembangan zaman, Tari Baksa Kembang tidak lagi terbatas pada lingkungan keraton. Tarian ini kemudian menyebar ke masyarakat luas dan kerap ditampilkan dalam berbagai acara adat, pernikahan, hingga festival budaya.
Nama Baksa Kembang memiliki makna filosofis. Kata ‘baksa’ sering dimaknai sebagai kelembutan gerak, sementara ‘kembang’ berarti bunga, yang melambangkan keindahan, kesucian, dan penghormatan kepada tamu.
Tari Baksa Kembang umumnya dibawakan oleh penari perempuan dengan jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh orang. Para penari mengenakan busana adat Banjar lengkap dengan hiasan kepala khas bernama gajah gemuling yang dihiasi rangkaian bunga.
Salah satu ciri utama tarian ini adalah penggunaan properti berupa kembang bogam, yakni rangkaian bunga yang dibawa penari selama pertunjukan. Pada akhir tarian, bunga tersebut biasanya diberikan kepada tamu sebagai simbol penghormatan dan doa kebaikan.
Gerakan Tari Baksa Kembang dikenal lembut, gemulai, dan anggun. Melansir berbagai sumber kebudayaan, gerakan tarian ini menggambarkan suasana gadis-gadis Banjar yang sedang bermain dan merangkai bunga di taman.
Dari sisi musik, Tari Baksa Kembang diiringi gamelan Banjar dengan irama yang tenang dan harmonis. Alunan musik berfungsi memperkuat suasana sakral sekaligus elegan dalam setiap pertunjukan.
Tari Baksa Kembang tercatat sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan atas nilai sejarah, estetika, dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya.
Hingga kini, Tari Baksa Kembang terus dilestarikan oleh sanggar seni dan komunitas budaya di Kalimantan Selatan. Tarian ini tidak hanya menjadi simbol keramahan masyarakat Banjar, tetapi juga kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....