‘Cokek’ Tari Pergaulan Lintas Budaya Khas Betawi
- 29 Jan 2026 14:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Cokek merupakan tari pergaulan khas Betawi yang lahir dari akulturasi budaya Tionghoa, Sunda, dan pencak silat masyarakat pesisir Jakarta. Tarian ini berkembang dari tradisi komunitas Tionghoa peranakan dan kini tampil lebih santun sebagai kesenian budaya.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, tari cokek berasal dari lingkungan masyarakat Tionghoa peranakan Jakarta dan Tangerang, Banten. Perpaduan unsur Tionghoa, Betawi, Sunda, dan pencak silat membentuk koreografi harmonis yang luwes serta memesona.
Gerakan tari cokek ditandai ayunan tangan setinggi bahu, lenggokan pinggul lembut, serta ekspresi anggun para penari perempuan. Kombinasi gerak tersebut menciptakan kesan estetis yang menonjolkan keluwesan sekaligus keharmonisan lintas budaya.
Dalam setiap pertunjukan, penari cokek kerap mengajak tamu untuk menari bersama melalui prosesi pengalungan selendang. Tamu yang dianggap terhormat biasanya mendapat kesempatan pertama untuk ikut menari dalam suasana pergaulan.
Tradisi menari bersama dalam tari cokek dikenal dengan istilah ngibing oleh masyarakat pendukungnya. Praktik ini sempat memunculkan pandangan negatif pada masa lalu karena dianggap terlalu intim.
Secara historis, tari cokek mulai dikenal luas sejak abad ke-19 dengan nama awal tari sipatmo. Tarian ini awalnya dipentaskan khusus dalam upacara keluarga Tionghoa di kelenteng atau vihara.
Tari sipatmo dibawakan tujuh penari perempuan dengan kostum baju kurung longgar dan selendang di pinggang. Gerakannya dipengaruhi tari Tionghoa tage yang menekankan hentakan kaki, bahu, serta pinggul.
Seiring waktu, sipatmo berkembang keluar lingkungan keagamaan menuju pesta pernikahan dan perayaan masyarakat Cina Benteng. Perkembangan tersebut memperkuat keterkaitan tarian ini dengan orkes gambang kromong sebagai pengiring utama.
Istilah cokek merujuk pada penyanyi perempuan yang menari sambil mengiringi musik gambang kromong. Wayang cokek membawakan lagu Betawi dan Hokkian sambil mengajak tamu menari menggunakan selendang.
Kini, tari cokek mengalami rekonstruksi agar tampil lebih beradab dan kontekstual sebagai warisan budaya. Tarian ini kerap ditampilkan dalam penyambutan tamu dan acara budaya Betawi di Tangerang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....