Kesenian Mendu, Teater Tradisional Melayu Klasik

  • 29 Jan 2026 13:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kesenian Mendu merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang berkembang di wilayah Melayu, khususnya di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, serta Kalimantan Barat. Kesenian ini dikenal sebagai teater rakyat yang memadukan drama, musik, tari, dan dialog lisan dalam satu pementasan.

Melansir dari berbagai sumber, Mendu telah ada sejak sekitar tahun 1870. Kesenian ini kemudian ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat.

Secara bentuk, Mendu tergolong teater tradisional tanpa naskah tertulis. Para pemain mengandalkan ingatan, improvisasi, serta pemahaman alur cerita yang diwariskan secara turun-temurun.

Cerita dalam kesenian Mendu umumnya bersumber dari hikayat Melayu klasik. Salah satu kisah yang paling dikenal adalah perjalanan Puteri Siti Mahdewi bersama dua tokoh utama, Dewa Mendu dan Angkara Dewa, yang sarat konflik, petualangan, dan pesan moral.

Pementasan Mendu menggabungkan berbagai unsur seni. Di dalamnya terdapat dialog lisan, nyanyian, tarian, hingga adegan laga yang terinspirasi dari pencak silat.

Iringan musik menjadi elemen penting dalam kesenian ini. Alat musik seperti gong, gendang, beduk, dan biola tradisional digunakan untuk mengatur ritme cerita dan memperkuat suasana dramatik.

Pada masa lalu, kesenian Mendu biasanya dipentaskan dalam acara adat seperti pernikahan atau hajatan masyarakat. Pertunjukannya bahkan bisa berlangsung selama beberapa malam berturut-turut.

Kini pementasan Mendu telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Durasi pertunjukan dibuat lebih singkat agar dapat dinikmati dalam festival budaya dan acara resmi.

Upaya pelestarian terus dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan seni. Pemerintah daerah bersama komunitas budaya aktif memperkenalkan Mendu kepada generasi muda agar kesenian ini tidak punah.

Sebagai teater tradisional Melayu, Mendu bukan hanya hiburan semata. Kesenian ini merepresentasikan identitas, nilai moral, serta kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....