Makna ‘Tari Pendet’ Dalam Tradisi Penyambutan Bali
- 28 Jan 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Pendet merupakan tarian tradisional Bali yang berfungsi sebagai penyambutan dewa dan manusia dengan gerak lembut penuh makna. Tarian ini dikenal luas karena keanggunan geraknya serta perannya yang berakar kuat dalam tradisi spiritual masyarakat Hindu Bali.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, Tari Pendet awalnya merupakan tarian sakral yang dipentaskan dalam rangkaian upacara keagamaan. Seiring perkembangan waktu, tarian ini juga berkembang menjadi pertunjukan hiburan dan pariwisata tanpa menghilangkan nilai budayanya.
Pertunjukan Tari Pendet diawali dengan alunan gamelan yang mengiringi para penari perempuan memasuki panggung dengan langkah perlahan. Mereka membawa bokor berisi canang sari, mengenakan busana adat Bali berwarna merah emas, serta hiasan bunga melengkung.
Gerakan tangan para penari terlihat gemulai diikuti jari-jari lentik, sorot mata tajam, serta kepala bergoyang seirama musik. Pada bagian akhir, bunga dalam bokor ditaburkan kepada penonton sebagai simbol ucapan selamat datang.
Tari Pendet termasuk salah satu tarian penyambutan tertua di Bali dan berkaitan erat dengan upacara piodalan. Dalam tradisi Hindu Bali, tarian ini menjadi ungkapan rasa syukur saat menyambut turunnya para dewata ke dunia.
Ritus mamendet atau mendet menjadi asal mula Tari Pendet dan berarti menyambut kehadiran para dewa. Prosesi ini dilakukan setelah puja mantra dan topeng sidakarya, lalu diiringi tarian penuh kegembiraan.
Ahmad Yunus menjelaskan Pendet sebagai tarian persembahan bagi Bhatara dan Bhatari di halaman pura suci. Tarian ini dibawakan secara massal, diiringi gamelan gong, serta dipimpin seorang pemangku membawa pasepan.
Anak Agung Gde Putra Agung menggolongkan Tari Pendet sebagai tari wali atau sakral dalam upacara keagamaan Bali. Namun dari segi gerak, Pendet termasuk tarian perempuan halus dan dapat ditarikan secara massal.
Seiring perkembangan zaman, Tari Pendet juga difungsikan sebagai tarian penyambutan tamu dan promosi pariwisata Bali. Hingga kini, tarian ini tetap lestari dan diajarkan luas sebagai kebanggaan budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....