Tarian Pakarena, Warisan Tradisional Sulawesi Selatan

  • 22 Jan 2026 14:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Pakarena merupakan tarian tradisional khas Sulawesi Selatan, yang identik dengan gerak lembut dan penuh makna. Tarian ini umumnya dibawakan oleh penari perempuan dan dikenal luas sebagai salah satu warisan budaya penting masyarakat Sulawesi Selatan.

Tari Pakarena berasal dari masa Kerajaan Gowa. Pada awalnya, tarian ini bersifat sakral dan ditampilkan dalam upacara adat sebagai bagian dari tradisi masyarakat Makassar.

Salah satu ciri paling khas dari Tari Pakarena adalah penggunaan kipas sebagai properti utama. Kipas lipat biasanya dipegang sejak awal tarian dan tidak pernah dilepaskan hingga pertunjukan selesai.

Kipas dalam Tari Pakarena melambangkan kelembutan, kesabaran, dan ketenangan perempuan Makassar. Gerakan membuka dan menutup kipas dilakukan secara perlahan, mengikuti irama musik pengiring yang dimainkan dengan tempo stabil.

Gerakan kipas biasanya menyatu dengan ayunan tangan yang halus dan langkah kaki kecil tanpa hentakan. Penari juga menjaga pandangan mata tetap mengarah ke bawah sebagai simbol kesopanan dan penghormatan terhadap nilai adat.

Tari Pakarena diiringi musik tradisional seperti gandrang dan puik-puik. Irama musik ini mengatur tempo gerak kipas agar tetap selaras dan tidak tergesa-gesa.

Selain sebagai unsur estetika, kipas juga berfungsi sebagai penanda pergantian gerak dalam tarian. Saat kipas ditutup atau diarahkan ke dada, hal tersebut melambangkan refleksi diri dan pengendalian emosi.

Dalam perkembangannya, Tari Pakarena kini tidak hanya ditampilkan dalam upacara adat, tetapi juga pada festival budaya, penyambutan tamu, hingga pertunjukan pariwisata. Meski tampil lebih modern, penggunaan kipas tetap dipertahankan sebagai identitas utama tarian ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....