Kadri Mohamad: Ketika Musik, Hukum, dan Kemanusiaan Bertemu
- 16 Des 2025 12:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nama Kadri Mohamad selama ini dikenal luas sebagai musisi senior sekaligus pengacara korporasi papan atas. Dua dunia yang jarang bersinggungan - musik dan hukum - justru bertemu secara utuh dalam sosok Kadri.
Namun belakangan, kiprahnya menarik perhatian bukan semata karena prestasi profesional, melainkan karena inisiatif kemanusiaan yang ia gerakkan bersama para musisi dan penyanyi Indonesia untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra lewat gerakan "100 musisi Heal Sumatra" yang akan berjalan pada perhelatan kali kedua pada 16 Desember 2025.
Di tengah riuh rendah polemik hak cipta yang ramai menghiasi media sosial dan media massa, Kadri mengambil jalan berbeda. Ia tidak larut dalam perdebatan panjang soal kepentingan profesi, tetapi memilih bertindak nyata.
Melalui panggung kemanusiaan, musik dijadikan sarana untuk menggalang solidaritas dan empati bagi saudara-saudara yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.
Musik yang Melampaui Nada
Bagi Kadri Mohamad, musik tidak berhenti pada nada, lirik, dan hak atas ciptaan semata. Musik, dalam pandangannya, adalah medium kemanusiaan - alat untuk menyentuh luka, menguatkan harapan, dan menghadirkan kepedulian.
Saat masyarakat Sumatra bergulat dengan duka akibat bencana banjir bandang dan longsor, Kadri menunjukkan pemahaman empati yang mendalam sebagai seorang musisi. Tanpa ingar-bingar, ia dan rekan-rekan musisinya bergerak, menggalang dukungan, dan menghadirkan kepedulian yang konkret.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa menjadi musisi bukan hanya soal memperjuangkan nasib profesi, tetapi juga tentang kepekaan hati dan keberanian untuk hadir ketika orang lain jatuh. "Semoga setiap kebaikan yang dilakukan untuk sesama menjadi cahaya penerang dan membawa berkah," ujar Kadri dalam salah satu kesempatan, Senin (15/12/2025).
Pengacara Korporasi Kelas Atas
Di luar panggung musik dan aksi kemanusiaan, Kadri Mohamad adalah figur yang disegani di dunia hukum. Ia tercatat sebagai salah satu dari Top 100 Lawyers Indonesia versi Asian Business Law Journal, sebuah pencapaian yang berhasil dipertahankannya selama enam tahun berturut-turut.
Sebagai Senior Partner di firma hukum GHP, Kadri juga memimpin praktik State-Owned Enterprises & Megaproject, menangani berbagai persoalan korporasi besar dan BUMN strategis, termasuk perusahaan sekelas PLN. Firma hukum yang dipimpinnya pun masuk dalam daftar Top 10 Law Firm Indonesia versi salah satu media nasional.
The Singing Lawyer
Kadri Mohamad kerap dijuluki "The Singing Lawyer", sebuah sebutan yang merefleksikan dua identitas yang ia jalani secara konsisten. Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini dikenal sebagai advokat spesialis korporasi, restrukturisasi, perbankan, pasar modal, serta merger dan akuisisi.
Di dunia musik, Kadri adalah musisi veteran. Ia pernah tergabung sebagai vokalis band legendaris era 1980-an Makara Band, serta band The KadriJimmo. Pada 2024, ia memulai karier solo dengan merilis single berjudul "Karmila".
Tak hanya berkarya, Kadri juga aktif dalam berbagai organisasi musik, antara lain PAPPRI, FESMI, dan terlibat dalam ekosistem AMI Awards. Semua ini memperlihatkan komitmennya terhadap kemajuan industri musik Indonesia.
Wajah Musisi yang Jujur
Di tengah polarisasi wacana dan perdebatan yang kerap mengeras, sosok Kadri Mohamad menghadirkan wajah musisi yang jujur - yang tidak hanya bicara tentang kepentingan sendiri, tetapi juga melihat realitas sosial yang lebih luas.
Langkah kemanusiaan yang ia inisiasi menjadi pengingat bahwa seni, hukum, dan kemanusiaan sejatinya memiliki titik temu yang sama: keadilan, kepedulian, dan keberanian untuk bertindak. Dalam diri Kadri Mohamad, ketiganya berpadu, memberi makna bahwa musik bukan sekadar ekspresi, melainkan juga aksi nyata untuk sesama. (Beng Aryanto)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....