"Agak Laen" Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatra
- 15 Des 2025 12:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Film Agak Laen: Menyala Pantiku! menandai pencapaian 7 juta penonton dengan sebuah aksi sosial. Para pemeran dan tim film tersebut merayakannya lewat penggalangan dana untuk korban banjir di Pulau Sumatra.
Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan acara Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (14/12/2025). Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi sekaligus ungkapan terima kasih kepada penonton.
Empat pemeran utama yakni Boris Bokir, Bene Dion, Oki Rengga, dan Indra Jegel, hadir langsung di lokasi. Mereka berbaur dengan masyarakat sambil mengajak ikut berdonasi.
Selain para pemeran, hadir juga sutradara Muhadkly Acho serta produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika. Para pemeran beserta sutradara dan produser tampil mengenakan kostum hantu yang melekat dengan film Agak Laen pertama.
Bene Dion tampil dengan kostum suster ngesot yang mencuri perhatian pengunjung. Indra Jegel mengenakan kostum pocong, sementara Oki Rengga berdandan ala tuyul.
Boris Bokir melengkapi aksi tersebut dengan kostum kuntilanak khas film mereka. Penampilan unik ini membuat suasana CFD semakin ramai dan penuh hiburan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya dana donasi yang terkumpul. Dalam waktu kurang dari 24 jam, donasi sudah menembus angka ratusan juta rupiah.
Melalui platform Kitabisa, total donasi tercatat telah melampaui Rp207 juta hingga Senin (15/12/2025). Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masa penggalangan masih berlangsung.
Aksi donasi bertajuk "Menyala Kembali Sumatraku!" akan dibuka hingga sepekan ke depan. Target awal sebesar Rp100 juta berhasil terlampaui jauh dalam waktu singkat.
Tim Agak Laen juga memaparkan rencana penggunaan dana secara terbuka. Menurut mereka, dana akan diprioritaskan untuk bantuan logistik darurat dan kebutuhan pokok.
Selain itu, sebagian donasi akan dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum terdampak. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas warga.
Dukungan psikososial warga terdampak, terutama perempuan dan anak-anak, juga menjadi perhatian tim produksi. Pendampingan psikologis disiapkan untuk membantu korban yang menghadapi trauma pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....