Film ‘Pangku’ Bangun Empati Publik Terhadap Isu Perempuan
- 04 Des 2025 18:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengadakan kegiatan Penayangan dan Bedah film ’Pangku’ di Djakarta XXI, Kamis (4/12/2025). Film ‘Pangku’ dinilai menyoroti adanya isu HAM, salah satunya yakni eksploitasi perempuan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk mengukur sejauh mana film ini mampu membangun empati publik terhadap perempuan. Melalui pendekatan sinema, Kementerian HAM menilai narasi dapat menjadi media advokasi yang kuat bagi isu-isu kemanusiaan.
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai berharap film dapat menjadi salah satu alat menyuarakan Hak Asasi Manusia. "Kementerian HAM bersama film ‘Pangku’ sama-sama berkomitmen untuk mentiadakan kejahatan,” ujar Natalius, Kamis (4/12/2025).
Sang Sutradara, Reza Rahadian menceritakan fenomena sosial pekerja “kopi pangku” di Indramayu menjadi latar belakang pembuatan film ini. Ia menilai ada realitas yang jarang terlihat publik, namun penuh nilai kemanusiaan yang penting untuk diangkat.
Riset dilakukan dengan melibatkan para pekerja secara langsung. Dari proses itu, ditemukan banyak perempuan yang bekerja demi kebutuhan mendasar keluarga, dari menyediakan makanan hingga menyekolahkan anak.
Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa film ‘Pangku’ tidak dibuat untuk mengeksploitasi kemiskinan dan realitas pedih sebagai sensasi visual. "Bukan tentang kemiskinannya, tapi (menunjukkan) bagaimana seorang manusia berusaha sekeras mungkin untuk bertahan hidup," ujarnya di tempat yang sama.
Perjuangan para perempuan di tengah kompleksitas kehidupan menjadi salah satu pembelajaran bagi Reza. Menurutnya, film ‘Pangku’ yang digarapnya merupakan "surat cinta" bagi para perempuan yang berjuang di luar sana. (Zahfa Putri Afriandita)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....