‘Monoplay Melati Pertiwi’ Angkat Keberanian Pahlawan Perempuan Bangsa
- 25 Nov 2025 17:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Keana Production menghadirkan ‘Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Sejarah Perjalanan Bangsa’ yang menyoroti kisah enam pahlawan perempuan Indonesia. Pertunjukan ini mengangkat keberanian, ketangguhan, dan pengorbanan tokoh-tokoh seperti Ratu Kalinyamat, Nyi Ageng Serang, dan Laksamana Malahayati.
Sebagai produser sekaligus pemeran Laksamana Malahayati, Marcella Zalianty menekankan bahwa pertunjukan ini mengandung nilai-nilai mendalam dan relevan dengan kondisi sosial. Ia ingin penonton memahami pergulatan batin serta kekuatan perempuan dalam sejarah bangsa.
Marcella juga mengaku ada kesulitan dalam mempelajari bahasa, karena menurutnya bahasa Aceh termasuk salah satu yang tersulit di Indonesia. Kemudian, ia menyebutkan adaptasi terhadap bentuk panggung yang tidak rata juga membuat konsentrasi harus ekstra kuat.
“Tantangan paling besar tuh panggungnya juga kita harus adaptasi ya, bentuk panggung yang tidak rata. Itu susah sekali untuk betul-betul menahan stabilitas konsentrasi,” ucapnya di Gedung Kesenian Jakarta, usai melakukan show untuk media ‘Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Sejarah Perjalanan Bangsa’, Selasa (25/11/2025).
Senada dengan itu, Maudy Koesnaedi yang memerankan Nyi Ageng Serang mengatakan proses adaptasi panggung menjadi tantangan tersendiri. Ia mengatakan, panggung yang baru dimasukkan sehari sebelumnya membuat posisi dan gerakan harus dicoba berkali-kali agar dapat stabil.
“Jadi dari kemarin tuh struggle (kesulitan) mencari posisinya (duduk) Nyi Ageng di pinggir panggung tuh buat aku yang H-1 malah deg-degan. Kalau yang lain-lainnya kaya hafalan, medoknya, itu proses ya,” katanya.
Maudy menambahkan, dirinya sempat panik saat mencoba menyesuaikan posisi, terutama saat mendaki panggung. Ia bahkan menggunakan tongkat sebagai pegangan agar tidak kehilangan keseimbangan.
Selain itu, Hana Malasan yang memerankan Ratu Kalinyamat menekankan pentingnya riset karakter meski sumber informasi sangat terbatas. Ia menggabungkan diskusi, literatur, dan imajinasi untuk membentuk karakter secara menyeluruh.
“Selain itu, untuk Ratu Kalinyamat itu kan sumber informasinya tidak sebanyak yang lain, Itu juga jadi tantangan tersendiri. Jadi harus cari tahu dengan Informasi yang seminim itu tetapi bisa bermain imajinasi supaya bisa membentuk karakternya dengan baik,”ujarnya.
Hana mengatakan, waktu persiapannya sangat singkat sehingga dia banyak berdiskusi dengan penulis dan beberapa orang yang memahami sejarahnya. Ia menambahkan, dia juga membaca beberapa sumber dari internet untuk akhirnya membentuk karakter Ratu Kalinyamat yang akan diperankannya.
Hana mengatakan, pengalaman tampil di teater untuk pertama kalinya sangat berbeda dengan film karena semua energi harus disampaikan sekaligus. Ia menambahkan, gestur, olah vokal, dan gerak harus diperbesar agar terdengar jelas sampai penonton di belakang, berbeda jauh dengan ukuran kecil di film.
Meski dialog-dialognya disampaikan serius tanpa unsur komedi, pertunjukan ini tetap menghadirkan makna yang kuat. Setiap adegan dirancang untuk memberi penghormatan penuh dan menonjolkan keberanian, ketangguhan, serta pengorbanan para pahlawan perempuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....