Hengkang dari Arch Enemy, Inilah Fakta-Fakta Alissa White-Gluz
- 25 Nov 2025 09:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Alissa White-Gluz menjadi figur penting dalam dunia metal modern setelah resmi bergabung dengan Arch Enemy pada 2014. Ia menggantikan Angela Gossow, vokalis ikonik yang sebelumnya menjadi wajah utama band tersebut.
Bersama dengan Arch Enemny, Alissa telah mengeluarkan empat album. Diantaranya, War Eternal (2014), Will To Power (2017), Deceivers (2022), dan Blood Dynasty (2022).
Lantas, siapakah Alissa White-Gluz? Melansir dari berbagai sumber, berikut fakta menarik tentang Alissa White-Gluz.
- 1. Pendiri Band The Agonist
Sebelum bergabung dengan Arch Enemy, Alissa adalah vokalis band The Agonist. Band ini lebih mengusung metalcore dan melodic death metal dengan nuansa hardcore.
- 2. Seorang Poliglot
Alissa fasih berbahasa Inggris dan Prancis—bahkan kadang menulis lirik dalam kedua bahasa tersebut. Kemampuannya ini membuat proses kreatifnya lebih fleksibel, memungkinkan ia menyampaikan emosi dan pesan lagu dengan nuansa yang berbeda.
- 3. Memiliki Kemampuan Vokal yang Baik
Tahukah Anda, dalam menciptakan kualitas suara yang baik, Alissa tidak pernah sembarang mempelajarinya. Ia tidak memakai teknik vokal false cord secara membabi buta—ia sangat mempelajari anatomi vokal agar scream/growl tetap aman.
Tak hanya itu, ia juga rutin melakukan latihan pemanasan untuk menjaga kekuatan diafragma yang menjadi kunci stabilitas suaranya. Banyak musisi menyebutnya sebagai ikon vokalis metal generasi modern berkat power scream dan kontrol pernapasannya.
- 4. Seorang Aktivis Hewan
Ia adalah seorang aktivis hak-hak hewan yang aktif dan mendapatkan penghargaan Libby dari PETA. Tujuan utama dari kampanye tersebut adalah unyukmelawan perburuan anjing laut Kanada.
- 5. Kolaborasi dengan Musisi Terkenal
Selain menjadi vokalis Arch Enemy dan The Agonist, ia juga pernah menjadi vokalis tamu di berbagai band. Diantaranya, Kamelot dan Delain, serta tampil bersama Nightwish.
- 6. Mempunyai Gaya Hidup Sehat
Siapa sangka jiwa wanita kelahiran empat puluh tahun yang lalu ini mempunyai gaya hidup yang sehat. Alissa merupakan seorang vegan sejak 1998 dan mengikuti gaya hidup straight edge, yang berarti tidak mengonsumsi alkohol, rokok, atau narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....