Halloween, Intip Tradisi Unik di Berbagai Belahan Dunia

  • 31 Okt 2025 09:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setiap tanggal 31 Oktober, dunia merayakan Halloween, sebuah festival yang berevolusi dari ritual Celtic kuno menjadi fenomena budaya. Halloween ditandai dengan kostum menyeramkan, labu ukir, dan trick-or-treat.

Namun, di berbagai belahan dunia, Halloween dirayakan dengan tradisi unik yang kaya akan sejarah dan makna lokal. Berikut beberapa perayaan Halloween di berbagai negara:

1. Amerika Serikat & Kanada: Pesta Kostum dan Trick-or-Treat

Di wilayah Amerika dan sekitarnya, Halloween telah menjadi industri besar dan budaya komersial. Tradisi utamanya meliputi Trick-or-Treat, Jack-O'-Lantern, dan parade.

Anak-anak biasanya berkeliling dari pintu ke pintu dengan kostum dan meminta permen. Selain itu, Jack-O'-Lantern merupakan ukiran wajah seram pada labu, yang awalnya bertujuan menakuti roh jahat.

Di sisi lain, kota-kota besar mengadakan parade kostum raksasa dan pesta meriah. Contohnya The Village Halloween Parade di lingkungan Greenwich Village, New York City.

2. Meksiko: Día de los Muertos (Hari Orang Mati)

Meskipun berdekatan dengan Halloween, Día de los Muertos (dirayakan 1-2 November) adalah perayaan yang sangat berbeda dan kuno. Keluarga Meksiko merayakan dan menyambut kembali roh orang terkasih yang telah meninggal, seperti halnya di film Disney, Coco.

Dalam perayaan Día de los Muertos, keluarga secara khusus membangun altar persembahan, Ofrenda, di rumah mereka. Ofrenda dihias dengan bunga marigold (cempaka), lilin, serta makanan kesukaan mendiang leluhur.

Selain itu, simbol tengkorak gula (calaveras) dan kostum tengkorak berwarna cerah digunakan secara luas. Simbol tersebut meyakini bahwa kematian bukanlah akhir yang harus ditakuti, melainkan bagian alami dan berkelanjutan dari siklus kehidupan.

3. Irlandia: Asal-Usul Halloween, Samhain

Irlandia dianggap sebagai tempat kelahiran Halloween modern. Akarnya berasal dari festival Celtic kuno, Samhain, yang secara historis menandai akhir musim panen dan awal musim dingin.

Di beberapa daerah, tradisi kuno ini masih dipertahankan dengan menyalakan Api Unggun. Selain itu, perayaan diwarnai dengan hidangan khas seperti Barmbrack.

Barmbrack adalah roti manis padat yang diisi dengan buah kering. Dalam perayaan Halloween, perhiasan kecil dipanggang di dalam roti, yang diyakini sebagai peramal nasib masa depan orang tersebut.

Baca Juga: Menguak Asal-Usul Halloween, Festival Kuno Celtic ‘Samhain’

4. Filipina: Pangangaluluwa

Tradisi Pangangaluluwa ditandai dengan anak-anak atau remaja yang mengenakan kostum dan berkeliling sambil bernyanyi. Mereka akan meminta donasi atau makanan sebagai imbalan untuk doa bagi arwah di api penyucian.

5. Italia: Ognissanti (Hari Semua Orang Kudus)

Perayaan di Italia seringkali lebih kental dengan nuansa Katolik, yang dikenal sebagai Ognissanti (1 November). Biasanya, anggota keluarga akan mengunjungi dan menghiasi makam leluhur dengan bunga dan menyalakan lilin.

Di beberapa wilayah, ada kepercayaan bahwa arwah orang meninggal akan meninggalkan hadiah untuk anak-anak yang berperilaku baik. Ognissanti menjadi momen refleksi untuk menghormati anggota keluarga yang telah tiada dan menjaga kenangan mereka tetap hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....