Ini Penyebab Slank-D'Masiv Batal Manggung di Aceh

  • 28 Okt 2025 01:08 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Rencana konser Panggung Sumpah Pemuda di Banda Aceh yang akan dihadiri oleh grup band Slank dan D'Masiv resmi ditunda. Event yang seharusnya menjadi ajang perayaan kreativitas pemuda Aceh itu gagal menjalani gladi resik pada 24 Oktober karena area lapangan yang telah dikunci oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh (Dispora), dengan alasan penyelenggara belum melunasi biaya penggunaan venue.

Selain itu, penampilan artis ibu kota ini juga terdapat penolakan oleh sejumlah masyarakat. Konser Panggung Sumpah Pemuda ini mulanya akan digelar di Lapangan Manahan Stadium Harapan Bangsa Banda Aceh pada 25 oktober 2025 dengan menghadirkan Slank, D’Masiv dan Rafli Kande. Tidak hanya itu, konser ini akan dibuka dengan Tausiyah Kebangsaan oleh Ustadz Syamsuddin Nur.

Berbagai pilihan tiket juga tersedia dan di bandrol dengan harga yang bervariasi. Untuk tiket Tribun seharga Rp. 275.000, tiket Festival seharga Rp. 380.000, tiket VIP seharga Rp. 1.000.000, dan tiket VVIP dengan harga Rp. 2.000.000.

Steffy Burase selaku Event Consultant menyampaikan bahwa pihak panitia menghadapi tekanan yang berat sejak awal proses persiapan.

“Banyak hantaman yang kami dapatkan dari depan, belakang, atas, bawah, kiri, kanan itu semua ada. Orang-orang yang berupaya untuk membuat event ini nggak jadi. Sponsor dipersulit, ditutup semua akses, seakan-akan ada satu sindikat besar yang me-manage ini semua,” ujar Steffy dalam keterangan kepada RRI, Senin (27/10/2025).

Dispora menetapkan tarif Rp 10.000 per meter persegi per hari sesuai Qanun No. 4/2024 dan Pergub No. 34/2025. Dengan luas lapangan sekitar 14.523 meter persegi, jumlah biaya yang harus dibayarkan panitia mencapai sekitar Rp 145 juta per hari atau lebih dari Rp 700 juta untuk kebutuhan acara selama lima hari.

Steffy menegaskan bahwa konser ini digagas serta dikerjakan oleh anak-anak kreatif Aceh yang berharap dapat menghadirkan hiburan sekaligus wadah ekspresi bagi pemuda. Penundaan acara tersebut dinilai mematahkan banyak ekspektasi dan mimpi yang telah dibangun.

“Konser ini digelar dengan keringat anak-anak kreatif Aceh. Ketika acara ini ditunda, banyak sekali harapan yang gugur,” katanya.

Hingga saat ini, pihak panitia sedang menunggu jawaban pasti dari Dispora untuk keputusan jadwal gelaran konser. Para pembeli tiket juga turut menyemangati panitia dan tetap bersabar menanti keputusan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....