Akhir Pekan, Kemlu Gelar Festival Film Negara OKI
- 16 Sep 2025 17:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kemlu RI akan menggelar festival pemutaran film produksi negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 19 – 21 September di Jakarta. Acara perdana pemutaran film bertajuk “Muslim World Movie Screening” ini diselenggarakan di bawah kerangka Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF) Kemlu.
“Untuk movie screening kita akan mengambil tema “Stories of Peace” dengan tujuan film ini yang akan nanti ditayangkan ini menjadi sebuah medium. Yaitu, untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian, persahabatan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati dalam konferensi pers “Muslim World Movie Screening”, Selasa (16/9/2025) di Ruang Palapa, Jakarta.
Ani menjelaskan, penyelenggaraan festival film dan rangkaiannya ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI ke-51, Juni 2025 di Istanbul. Menurutnya, salah satu penekanannya adalah negara-negara anggota OKI sepakat menjalin kerjasama lebih erat dalam mendukung upaya kolaborasi di bidang sinematografi.
“Penerimaan manfaat dari festival ini adalah tidak hanya masyarakat umum yang luas untuk dalam rangka promosi. Tetapi, juga bisa menjadi salah satu upaya bersama untuk mendorong adanya kolaborasi, saling tukar gagasan, saling belajar dan juga capacity building,” kata Ani menambahkan.
Adapun, “Muslim World Movie Screening” akan dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan yang akan berlangsung di empat lokasi. Beberapa kegiatannya yaitu pemutaran film serta diskusi film.
“Jadi, di tanggal 19 – 21 September ini akan ada beberapa kegiatan tapi kegiatan utamanya itu adalah pemutaran film dan diskusi film dan akan dilakukan di empat titik lokasi. Yaitu, di XXI Jakarta Theater, di Universitas Negeri Jakarta, kemudian di Galeri Nasional dan di Gedung Kesenian Jakarta,” ucap Ani.
Sebanyak 45 film berbagai genre dari 16 negara OKI termasuk Indonesia, akan diputar selama pelaksanaan “Muslim World Movie Screening di Jakarta. Melalui festival film ini Kemlu RI juga bekerja sama dengan sejumlah kedubes negara OKI di Jakarta.
“Ada 45 film yang terdiri dari 18 film feature dan 27 film pendek dari 16 negara OKI termasuk Indonesia. Jadi, dari 57 negara OKI kita memperoleh partisipasi 16 negara anggota OKI di antarnaya, Turki, Iran, Palestina dan Azerbaijan,” ujar Ani memaparkan.
Penyelenggaraan “Muslim World Movie Screening” mendapatkan sambutan positif dari Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Deddy Mizwar. Aktor kawakan tanah air ini menilai, festival film yang diselenggarakan Kemlu RI merupakan perspektif baru bagi masyarakat Indonesia.
“Ini perspektif baru di tanah air bagaimana jendela kita orang Indonesia melihat industri film di negara-negara Islam yang ada di dunia, saya kira ini sangat penting. Nanti, bisa juga dilakukan pembicaraan-pembicaraan yang mengarah pada kerjasama, baik itu di bidang produksi maupun pemasaran,” kata Deddy Mizwar.
Penyelenggaraan “Muslim World Movie Screening” sendiri disebut sebagai bagian dari implementasi “soft power diplomacy” (diplomasi kekuatan lunak). Sebab, diplomasi kekuatan lunak diyakini bisa memainkan peran lebih khususnya dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Sementara, “Muslim World Movie Screening” dibuka untuk masyarakat umum untuk tiga hari pelaksanaannya pada 19 – 21 September 2025. Adapun, jadwal tayang, informasi film, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://alif.kemlu.go.id.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....