Keroncong jadi Warisan Musik Nusantara Perjuangan Budaya

  • 11 Jul 2025 12:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Musik keroncong adalah salah satu genre musik tradisional Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Musik ini dikenal dengan irama khas dan penggunaan alat musik seperti ukulele, gitar, biola, dan suling.

Menurut L. Tri Cahyono dalam repository.ikj.ac.id, keroncong berasal dari perpaduan budaya berbagai bangsa. Asal-usulnya dimulai pada abad ke-16 saat bangsa Portugis membawa musik fado ke Nusantara.

Fado adalah musik penuh emosi yang dimainkan dengan alat petik seperti cavaquinho. Perpaduan musik fado dan budaya lokal melahirkan bentuk awal keroncong.

Nama “keroncong” berasal dari bunyi khas alat musik cavaquinho yang terdengar seperti “crong-crong.” Awalnya berkembang di Kampung Tugu, Jakarta, keroncong kemudian menyerap unsur musik tradisional Indonesia.

Pada abad ke-19, musik keroncong mulai dikenal luas di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Popularitasnya terus meningkat pada awal abad ke-20 dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Keroncong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga mendukung pergerakan nasional. Lagu-lagu keroncong bertema perjuangan digunakan untuk membangkitkan semangat kemerdekaan.

Beberapa lagu terkenal adalah “Bengawan Solo” karya Gesang dan “Keroncong Kemayoran.” Hingga kini, keroncong tetap menjadi simbol perpaduan budaya dan kekayaan musik Indonesia.

(Nadia Putri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....