‘Jodoh 3 Bujang’, Ceritakan Tradisi Unik Masyarakat Makassar
- 20 Jun 2025 11:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Berlatar belakang budaya Makassar, film ‘Jodoh 3 Bujang’ diangkat dari kisah nyata yang sebelumnya sudah dikemas dokumenternya. Film dengan genre drama-komedi keluarga ini mengangkat kisah tiga bersaudara menghadapi dilema ‘pernikahan kembar’, tradisi unik masyarakat Makassar.
Nikah kembar sendiri menurut Arfan Sarban sebagai Sutradara yang berdarah suku makassar adalah sebagai proses adaptasi dan menyikapi. Menyikapi disini adalah menyikapi biaya nikah di Makassar yang semakin lama semakin tinggi, sementara tekanan ekonomi yang sama.
“Jadi menyikapi biaya nikah di Makassar itu, makin lama makin tinggi. Sementara dua generasi ini berada pada satu tekanan ekonomi yang sama kan,” ujarnya pada Konferensi Pers film ‘Jodoh 3 Bujang’ di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Dalam adat Makassar-Bugis ada yang disebut sebagai uang panai yaitu uang pemberian dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Besarnya uang panai ini ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti status sosial, pendidikan, pekerjaan, dan keturunan dari calon mempelai wanita.
Dalam film ‘Jodoh 3 Bujang’ uang panai menjadi salah satu alasan kenapa tiga bersaudara diperintahkan melakukan nikah kembar. Pernikahan kembar di film ini diceritakan karena sang bapak ingin anak-anaknya menikah dengan sisa uang yang ia punya.
Sang sutradara menjelaskan bahwa ‘nikah kembar’ biasa dilakukan di makassar, khususnya bagi suku Makassar-Bugis. Nikah kembar sendiri bisa dilakukan antar berdua saudara, atau bertiga, berempat, dan seterusnya.
Ia menambahkan bahwa yang penting ada keinginan bagi mempelai untuk menikah. Karena terkadang memang ada rasa keinginan antar saudara untuk nikah bersama-sama dalam rasa berbagi.
“Jadi intinya sih sebenarnya ingin berbagi kebahagiaan bersama. Nah, kalaupun ada yang tidak jadi, sebenarnya tidak ada masalah,” katanya.
Kemudian ia menjelaskan bahwa kasusnya dalam film ‘Jodoh 3 Bujang’ dan kisah aslinya berbeda. Bukan hanya tentang ‘uang panai’ tapi tentang harga diri.
“Cuma dalam kasus ini, dan juga dalam kisah nyatanya, persoalannya kan berubah dari hal persoalan uang panai saja. Tetapi kan kemudian menjadi persoalan harga diri, kalau persoalan harga diri, orang-orang di Makassar tidak ada kompromi,” ucapnya.
Film ini dibintangi oleh Jordy Pranata, Aisha Nurra Datau, Maizura, Rey Bong dan masih banyak lagi. Film ‘Jodoh 3 Bujang’ akan tayang mulai tanggal 26 Juni 2025. (Anisa Putri Haniyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....