Sepak Terjang Bunda Iffet dalam Karier Slank

  • 28 Apr 2025 09:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kepergian Iffet Veceha Sidharta (Bunda Iffet) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Slank. Bunda Iffet meninggal dunia pada pukul 22.42 WIB, di kediamannya, di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Jenazah almarhumah Bunda Iffet, dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (27/4/2025). Simak profil dan sepak terjang Bunda Iffet dalam kesuksesan Slank sampai sekarang.

Bunda Iffet merupakan Ibunda dari penabuh drum grup musik Slank, Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim Slank). Peran Bunda Iffet dalam kesuksesan Slank utamanya, berhasil melepaskan seluruh personel band legendaris itu dari jeratan narkoba.

Profil dan Sepak Terjang Bunda Iffet

Bunda Iffet merupakan perempuan kelahiran 12 Agustus 1937. Bunda Iffet meninggal dunia saat memasuki usia 87 tahun.

Bunda Iffet menjalin hubungan asmara dan menikah dengan Sidharta Manghurudin Soemarno. Sang suami, diketahui, merupakan anak sulung mantan Gubernur DKI Jakarta, Soemarno.

Buah pernikahan itu, Bunda Iffet dikaruniai empat orang anak. Keempat anak Bunda Iffet itu, pertama Adrian Sidharta, kedua Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim Slank).

Ketiga bernama Dianto "Massto" Yusuf Sidharta dan Keempat, si bungsu, Ila Sidharta. Bunda Iffet dikenal sebagai sosok sentral di balik perjalanan karier Band Slank.

Bunda Iffet sukses membentuk karakter kuat di dalam seluruh personil Slank. Bunda Iffet juga berperan penting sebagai manajer grup Slank.

Selama menjadi manajer Slank, Bunda Iffet tidak hanya mengurus kebutuhan administratif. Tetapi, juga membimbing Slank hingga meraih kesuksesan besar di industri musik Indonesia.

Pada tahun 90-an, seluruh personil Slank menghadapi masa-masa kelam akibat penyalahgunaan narkoba. Dalam situasi kritis tersebut, Bunda Iffet tampil sebagai penyelamat.

Ia tidak hanya bertindak sebagai seorang ibu yang peduli. Melainkan juga, sebagai manajer yang berjuang keras menyelamatkan karier dan kehidupan anak-anak asuhnya.

Salah satu langkah penting yang diambil Bunda Iffet adalah melakukan karantina terhadap para personel Slank. Ia menginisiasi program rehabilitasi mandiri yang bertempat di markas Slank di kawasan Potlot, Jakarta Selatan.

Upaya ini dilakukan Bunda Iffet secara konsisten demi memutus ketergantungan para personel terhadap narkoba. Selama hampir dua tahun, markas Potlot berfungsi layaknya pusat rehabilitasi.

Bunda Iffet mengawasi langsung proses pemulihan tersebut dengan ketegasan dan kasih sayang. Sekaligus, memastikan para personel Slank benar-benar bisa pulih dari kecanduan narkoba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....