Film 'Pabrik Gula' Hadir dengan Format Berbeda Saat Lebaran
- 26 Feb 2025 11:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Film horor Pabrik Gula akan meramaikan bioskop Indonesia pada momen Lebaran 2025. Film dari MD Pictures akan menyajikan tontonan yang tidak biasa.
Pasalnya film Pabrik Gula bisa di saksikan dengan format 4DX untuk merasakan sensasi menonton yang berbeda. Para penonton nantinya bisa merasakan ketegangan yang lebih nyata dan mendebarkan bisa dirasakan berkat teknologi 4DX.
Mulai dari gerakan kursi yang mengikuti setiap adegan menegangkan, kilatan cahaya dramatis, embusan angin yang menusuk, asap yang menambah suasana mencekam. Hingga aroma yang membuat pengalaman semakin imersif.
"Terornya akan terasa lebih nyata dan mendebarkan. Akhirnya ngerasain Pabrik Gula di 4DX," kata Penulis fim Pabrik Gula Lele Laila, Rabu (26/2/2025).
Diketahui, MD Pictures memang membuat gebrakan dalam dunia perfilman horor Indonesia. Dengan menggandeng CJ 4Dplex & CGV Indonesia, MD Pictures ingin menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif lewat penayangan Pabrik Gula.
Film Pabrik Gula dibintangi para aktor dan aktris berbakat. Mereka adalah Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, Erika Carlin, Bukie B. Mansyur, Wavi Zihan, Arif Alfiansyah, Benidictus Siregar, Sadana Agung, Yono Bakrie.
Selain itu ada Vonny Anggraini, Budi Ros, Dewi Pakis, Azela Putri, Hayati Azis. Dan juga Gilang Devialdy, Pratito Wibowo dengan sutradara Awi Suryadi.
Pabrik Gula menceritakan tentang Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky berangkat bersama puluhan orang lainnya ke sebuah pabrik gula. Mereka berangkat untuk menjadi buruh musiman.
Setiap tahun pabrik gula mempekerjakan orang-orang dari desa sekitar untuk mempercepat proses penggilingan tebu di musim panen. Awalnya semua berjalan wajar tanpa keanehan.
Sampai suatu malam, Endah terbangun dan keluar dari mes/loji tempatnya menginap demi membuntuti sosok misterius. Sejak kejadian malam itu, para buruh mulai mengalami teror yang terus meningkat.
Teror itu mulai dari kecelakaan kerja yang menimpa salah satu dari mereka, sampai tewasnya seorang buruh secara mengenaskan di sumur belakang. Kemudian terungkap bahwa pabrik tersebut berdampingan dengan kerajaan demit, yang membuat para demit marah dan mereka menuntut nyawa para buruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....