Mempertahankan Warisan Alat Musik "Panting" Khas Banjarmasin

  • 19 Feb 2025 06:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI, Jakarta: Alat musik ‘Panting’ khas Banjarmasin terus memainkan peran penting dalam berbagai acara adat dan pernikahan masyarakat Kalimantan Selatan. Dalam obrolan "Suara Budaya Nusantara" yang terselenggara pada Senin (10/2/2025), di 92.8 PRO4 Jakarta berkolaborasi dengan PRO4 Banjarmasin membahas alat musik khas Banjar ‘Panting’ di era sekarang.

Berkembang sejak abad ke-19 di wilayah Megar Sari hingga Tanjung, ‘Panting’ dikenal dengan suaranya yang melengking dan khas. Menurut Abdurrahman atau Aman Babun, seorang seniman yang juga ASN di UPTD Taman Budaya Disdikbud Provinsi Kalsel, biasanya, alat musik ‘Panting’ dimainkan bersama gendang dan gong, menciptakan harmonisasi unik yang melestarikan tradisi musik Banjar.

Selain sebagai hiburan, alat musik ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Menurut Aman Babun, dahulu orang tua sering memainkannya sambil melantunkan shalawat untuk menidurkan anak. Musik ‘Panting’ mayoritas menggunakan nada minor, memberikan nuansa syahdu yang khas. Terkadang, suaranya juga diperkaya dengan instrumen biola bambu, menambah keindahan alunan musik tradisional ini.

"Panting telah mengalami adaptasi dengan berbagai genre musik modern. Adaptasi ini mendapat sambutan positif dari generasi muda yang mulai tertarik untuk melestarikan alat musik ini" Dengan adanya inovasi, dalam musiknya, tradisi ini tetap relevan di tengah perkembangan zaman," kata Aman Babun.

Melestarikan ‘Panting’ bukan sekadar menjaga alat musik ini tetap dimainkan, tetapi juga mempertahankan identitas budaya Banjar agar tetap hidup. Dengan mengenalkan dan mengajarkannya kepada generasi muda, warisan leluhur ini diharapkan terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....