Adaptasi ‘Solo Leveling’ Anime, Berbeda dari Manhwa!
- 31 Jan 2025 10:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Anime Solo Leveling telah memasuki musim kedua sejak awal bulan, membawa kembali kisah petualangan epik Sung Jinwoo. Namun, adaptasi anime ini memunculkan perbedaan signifikan dibandingkan versi manhwa-nya.
Diketahui pada musim sebelumnya, Solo Leveling dikecam karena terlalu kritis terhadap Jepang. Berikut fakta menarik Solo Leveling yang dapat diketahui:
1. Adaptasi Anime Berbeda dari Manhwa
Sejak musim pertama, anime Solo Leveling mengalami beberapa perubahan signifikan dari manhwa aslinya. Beberapa adegan yang ada di dalam manhwa tidak ditampilkan dalam anime, termasuk perubahan latar lokasi dan karakter.
2. Kontroversi dengan Jepang
Salah satu alasan adanya perubahan dalam adaptasi anime adalah sensitivitas terhadap hubungan sejarah antara Korea Selatan dan Jepang. Dalam manhwa, beberapa adegan yang menggambarkan hubungan konflik antara kedua negara diubah atau dihilangkan dalam anime.
3. Perubahan Nama dan Lokasi
Dalam versi anime terjemahan bahasa Jepang, beberapa nama karakter mengalami perubahan. Seperti, Cha Hae-In dalam manhwa diubah menjadi Shizuku Kosaka, dan Sung Jinwoo menjadi Mizushino Shun.
Selain itu, beberapa lokasi utama yang awalnya berada di Korea, seperti Seoul. Namun, diubah menjadi Tokyo dalam animenya.
4. Hilangnya Arc Serangan Pulau Jeju
Salah satu arc terbaik dalam Solo Leveling, yaitu Arc Serangan Pulau Jeju, ditiadakan dalam anime. Dalam manhwa, arc ini menggambarkan pertempuran besar di Pulau Jeju yang melibatkan berbagai Hunter dari berbagai negara.
5. Perubahan Dialog yang Menyesuaikan Konteks
Beberapa dialog dalam anime juga mengalami perubahan dibandingkan manhwa. Dalam anime, dialog asli "Saya orang Korea, Saya ingin pulang," diubah menjadi "Saya manusia, Saya ingin pulang."
Perubahan ini memberikan arti yang lebih luas. Hal ini membuatnya lebih mudah dipahami oleh banyak orang.
6. Penghapusan Referensi Politik
Dalam versi manhwa, terdapat Hwang Dongsoo, seorang Hunter, menjelaskan bagaimana sistem hukum menguntungkannya berkat kewarganegaraan AS yang dimilikinya. Percakapan ini menyoroti perjanjian ekstradisi antara Korea Selatan dan AS.
Namun, dalam versi anime, adegan ini diubah untuk menghindari kesan politis yang dapat menyinggung pihak tertentu. Perubahan tersebut dilakukan agar lebih netral dan tidak memihak.
7. Popularitas yang Terus Meningkat
Meskipun mengalami banyak perubahan, Solo Leveling tetap menjadi salah satu anime yang paling populer saat ini. Dengan animasi berkualitas tinggi dan alur cerita yang menarik, anime ini berhasil menarik perhatian penggemar manhwa.
Anime Solo Leveling menghadirkan berbagai perubahan dalam adaptasinya dari manhwa, termasuk perubahan lokasi, nama karakter. Meskipun demikian, anime ini tetap berhasil mencuri perhatian banyak penggemar dengan visual dan animasi yang memukau.
Bagi Anda yang ingin menikmati cerita lengkapnya, baca manhwa Solo Leveling untuk memahami dunia tersebut lebih dalam. Ini menjadi pilihan terbaik untuk memahami lebih dalam dunia Solo Leveling yang sesungguhnya. (Ahmad Rizky Pratama)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....