Lari atau Menerima Kematian Dari Film Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri
- 04 Des 2024 20:27 WIB
- Tuban
KBRN,Tuban: Film Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri, yang menjadi Top 10 Film teratas di Netflix memang sangat menarik perhatian para penikmat horor. Film tersebut telah tayang di bioskop pada 14 September 2023 silam, yang digandrungi lebih menyeramkan daripada sekuelnya Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020).
Dengan pemeran utama yang sama yaitu Natasha Wilona (Siena), dibarengi dengan MarshaAruan (Windy), Giulio Parengkuan (Rio), Acha Septriasa (Naya), Ratu Felisha(Laras), Pritt Timothy (Rahmat), Jajang C. Noer (Ratih), Otig Pakis (Rajiman),hingga Ence Bagus (Seno).
Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri yang disutradarai Anggy Umbara merupakansekuel dari Aku Tahu Kapan Kamu Mati, yang berlatar 5 tahun setelah Siena memiliki kemampuan untuk melihat tanda kapan orang akan mati. Meskipun sudah selama itu, Siena masih merasa ketakutan dan bahkan memimpikan apa yang dilihat oleh kedua matanya.
Sampai akhirnya ia selalu bercerita kepada Naya, seorang dosen yang juga psikolog. Siena hanya bercerita kepada Naya, bahkan karena rasa takutnya dan mimpi burukbyang selalu menghampiri ia perlu konsumsi obat tidur agar bisa terlelap.
Suatuhari ada seorang pria yang mencari-cari Naya di kampus yang bernama Seno. Seno berasal dari kampung kelahiran Naya, mencari-cari Naya yang katanya bisa membantu warga kampung.
Seno tiba-tiba lompat dari lantai atas di depan banyak orang, yang bahkan Siena jugaada di sana melihat bagaimana tubuh tersebut menghantam tanah. Dan saat itu Siena tidak bisa melihat tanda kematian apa pun.
Karena peristiwa tersebut Naya kembali ke kampung bersama mayat Seno, dan tanpamengetahui apa pun berbekal takut Naya terkena bahaya Siena, Rio, dan Windydatang ke Desa Remetuk tempat kelahiran Naya.
Berbagai peristiwa aneh muncul di desa Remetuk, seperti warganya yang banyak bunuh diri, perayaan panen yang terus digelar bahkan seolah lupa jika baru saja ada yangmeninggal dengan tragisnya, dan dikatakan bahwa Desa Remetuk terkena kutukan.
Siena yang tidak bisa melihat tanda-tanda kematian sejak menginjak desa Remetuk, berkeinginan kuat untuk menolong mereka yang tentu saja tidak bisa lari dari kutukan.
Yang menjadi ketertarikan saya adalah manusia tidak akan bisa lari dari kematianyang telah ditentukan Tuhan, namun jika kematian itu datang maka untuk menerima kematian tersebut adalah dengan mengingat kenangan yang paling membahagiakan dalam hidup kita.
Kita bukan berarti selamat dari kematian, namun kita legowo dalam kematian tersebut. Sesuatu yang pasti seperti kematian, rasa menerima akan lebih membuatkita tenang daripada rasa takut yang akan semakin menghantarkan rasa sakituntuk kita sendiri. (AGNES)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....